Banda Aceh – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan bahwa haji asal Aceh yang meninggal dunia karena sakit di Arab Saudi, baik di Makkah maupun di Madinah bertambah menjadi 12 orang.
“Dua lagi haji Aceh meninggal dunia, satu di Makkah dan satu di Madinah. Total yang wafat di Tanah Suci hingga hari ini sudah 12 orang,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Kamis.
Dia mengatakan, dua haji Aceh yang meninggal dunia terakhir pada Rabu (17/6) karena masalah kesehatan yaitu Busra Bustamam Jamil dari Kloter 9 asal Kabupaten Aceh Selatan di Makkah, dan Dedeng Trisulo dari Kloter 11 asal Kota Lhokseumawe di Madinah.
Arijal menyebutkan, 10 haji Aceh yang meninggal dunia sebelumnya yakni Razali Mahmud Ben dari Kloter 4 asal Kota Langsa, Muhammad Yusuf bin Nafi dari Kloter 8 asal Kabupaten Bireuen, dan Nurdin Ali (69) dari Kloter 10 asal Kabupaten Pidie.
Lalu, Mahdi Muhammad Sufi (60) dari Kloter 2 asal Kabupaten Aceh Besar, Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74) dari Kloter 10 asal Kabupaten Pidie, Sulasry Abdul Gani (74) dari Kloter 5 asal Kabupaten Bireuen, dan Aminah Ahmad (76) dari Kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya.
Kemudian, Siti Salmijah (83) dari Kloter 13 asal Pidie Jaya, Maimunah Yusuf Ali (72) dari Kloter 13 asal Aceh Tamiang, serta Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari Kloter 8 asal Kabupaten Bireuen.
Arijal menuturkan, haji Aceh yang meninggal dunia di Makkah telah dimakamkan di dua lokasi berbeda yakni pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram. Sedangkan yang wafat di Madinah dikebumikan di pemakaman Baqi.
Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini ada 10 haji Aceh yang masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi, baik di wilayah Makkah maupun Madinah.
Dalam kesempatan itu dia juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya haji asal Aceh.
“Semoga diampunkan segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT, serta memperoleh Haji Mabrur. Kepada pihak keluarga semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kepergian almarhum-almarhumah,” katanya.










