LHOKSEUMAWE – Musyawarah Cabang (Muscab) X Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Aceh Utara yang diselenggarakan di Aula Setdakab Aceh Utara, Landing, berjalan dengan tertib, sukses, dan penuh khidmat. Forum tertinggi kepanduan tingkat kabupaten ini berhasil menetapkan nakhoda baru untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Dalam sidang pleno pemilihan, seluruh peserta Muscab secara bulat memberikan amanah kepada Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, S.I.Kom., untuk memimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Aceh Utara periode 2026–2031.
Keterpilihan Tarmizi secara aklamasi mencerminkan soliditas serta kepercayaan mutlak dari seluruh jajaran kwartir ranting terhadap kapasitas dan komitmennya dalam memajukan organisasi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Aceh Utara selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab), yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Aceh Utara, Dr. Fauzan, S.STP., M.P.A.
Hadir dalam pembukaan tersebut unsur Forkopimda, para Kepala Dinas, perwakilan Kementerian Agama, hingga para Camat selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran).
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Fauzan, Kamabicab menyampaikan bahwa Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pihak pemerintah daerah berharap kepengurusan baru mampu melahirkan program inovatif yang adaptif terhadap tuntutan zaman.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Muscab X, Ricky Yolanda, melaporkan bahwa agenda ini diikuti oleh 68 peserta resmi yang terdiri dari unsur Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), serta 45 delegasi dari berbagai Kwartir Ranting (Kwarran) di wilayah Aceh Utara.
Usai dinyatakan terpilih, Tarmizi Panyang menyampaikan rasa syukur atas mandat dari seluruh keluarga besar Pramuka Aceh Utara. Ia menegaskan visi kepemimpinannya mengacu pada infografis visi-misi resminya, yakni mewujudkan Kwartir Cabang Aceh Utara yang unggul, berkarakter Islami, mandiri, dan aktif bergerak dalam pengabdian masyarakat demi mencetak Generasi Emas 2045.
“Pramuka Aceh Utara harus menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter pemuda yang berakhlakul karimah, berlandaskan nilai-nilai Islam, serta menjunjung tinggi adat dan kearifan lokal seperti nilai meusyawarah, meuripee, dan peumulia jamee,” ujar Tarmizi.
Lebih lanjut, Tarmizi menggarisbawahi tujuh langkah taktis yang akan dijalankan selama masa baktinya. Di antaranya adalah peningkatan pembinaan karakter berbasis syariat Islam, modernisasi administrasi kwartir berbasis digital, optimalisasi sarana Bumi Perkemahan, penguatan kemandirian finansial lewat koperasi, serta perluasan kolaborasi taktis dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan komunitas lokal.
Dengan mengusung slogan “Satu Pramuka untuk Satu Tujuan”, kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Tarmizi Panyang diharapkan membawa gerakan kepanduan di Aceh Utara menjadi lebih solid, responsif terhadap kebencanaan melalui program Pramuka Peduli, serta mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri keacehan yang religius.










