Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

DPR Aceh Sorot Pembagian Sembako Pemerintah Aceh Timbulkan Kegaduhan

redaksi by redaksi
23/04/2020
in Nanggroe
0
Falevi: Berikan Kompensasi untuk Pekerja Lepas

BANDA ACEH – Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Fahlevi Kirani, mendesak Pemerintah Aceh agar lebih serius lagi melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) terhadap masyarakat  yang terdampak Covid-19 di Aceh.

Hal ini disampaikan Fahlevi menyusul aksi penolakan bantuan Sembako dari Pemerintah Aceh oleh aparatur Gampong di Kecamatan Nibong, Aceh Utara.

“Kita meminta bantuan sembako ini disalurkan kepada seluruh masyarakat yang terdampak secara sosial dan ekonomi akibat dari ancaman wabah Corona. Tidak pilih kasih. Harus didata secara menyeluruh siapa saja yang berhak menerima bantuan tersebut. Jangan seperti sekarang. Karena jumlah paket yang dibantu sangat terbatas, akhirnya menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat,” kata Fahlevi.

Menurutnya, ketimpangan data tidak hanya merugikan masyarakat tetapi justru menjadi masalah baru terhadap upaya penanganan dampak dari pandemi COVID-19 itu sendiri. Itu membuktikan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Aceh belum mampu bekerja secara professional, sistematis dan terukur. Akibatnya banyak kebijakan Yang diambil justeru menimbulkan resistensi publik.

“Kita mengapresiasi aksi penolakan bantuan Sembako Pemerintah Aceh oleh Forum Keuchik Kecamatan Nibong. Tentu saja mereka lebih faham kondisi sosial diwilayahnya dan tahu betul apa yang akan terjadi jika mereka tetap menerima bantuan yang jumlahnya sangat minim tersebut. Jadi penolakan tersebut merupakan pilihan paling rasional bagi mereka,” ujar Fahlevi.

Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota harusnya memiliki data yang valid dan akurat,  sehingga tidak terjadi peristiwa penolakan seperti di Aceh Utara tersebut.

“Aneh ketika ada gampong yang justru tidak mendapatkannya sama sekali. Klasifikasi terdampak seperti apa yang dipakai? Bagaimana mempertanggungjawabkannya?” tanya Fahlevi.

Hal tersebut merupakan satu dari beberapa persoalan lain yang timbul dalam pelaksanaan distribusi bantuan Sembako untuk masyarakat terdampak Covid 19. Selain itu, waktu distribusi juga berjalan sangat lamban. Bayangkan, setelah 12 hari di launching oleh Plt Gubernur baru bantuan sampai ke tangan penerima manfaat. Itupun masih sebagian kecil yang sudah terima. Belum lagi pemborosan anggaran daerah untuk biaya pengadaan goody bag dan karung beras.

Lebih lanjut Falevi mengatakan, “belajar dari pengalaman banyaknya masalah dari distribusi Sembako oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial, kedepan kita meminta agar skema Jaring Pengaman Sosial hanya dalam bentuk cash transfer atau bantuan langsung tunai (BLT). Selain membantu masyarakat terdampak, BLT juga dapat mendorong geliat ekonomi bagi pasar – pasar tradisional dilingkungan penerima manfaat. Dengan begitu akan menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat ditengah-tengah melemahnya perekonomian akibat dari ancaman wabah Corona.”

Tags: dpr acehfalevi kiranipna
Previous Post

Penjual Akui Minat Masyarakat Beli Daging Meugang Menurun

Next Post

Hasil Swab, PDP Bener Meriah Negatif Corona

Next Post
Veteran Perang Dunia II Usia 99 Tahun Sembuh dari Corona

Hasil Swab, PDP Bener Meriah Negatif Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23/07/2026
Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

23/07/2026
UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

23/07/2026
Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

23/07/2026
Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

DPR Aceh Sorot Pembagian Sembako Pemerintah Aceh Timbulkan Kegaduhan

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com