Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

Admin by Admin
05/07/2026
in Lintas Barat Selatan
0
Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

Nagan Raya-Di balik gugusan pegunungan yang mengelilingi Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, terdapat empat kampung yang hidup berdampingan dengan alam. Kampung Blang Puuk, Meurandeh, Blang Teungoh, dan Babah Suak merupakan potongan surga yang masih terjaga di pedalaman Aceh.

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, kemakmuran tidak selalu diukur dari banyaknya uang atau megahnya bangunan.

Kekayaan sejati telah disediakan alam sejak lama. Hutan menghadirkan buah pala, pinang, rotan, dan berbagai hasil hutan lainnya. Sungai DAS Beutong mengalirkan ikan-ikan segar setiap hari.
Air bersih melimpah tanpa harus membeli. Udara sejuk dan hutan yang hijau menjadi penopang kehidupan yang tak ternilai harganya.

Masyarakat di sini hanya menginginkan satu hal: akses jalan yang layak dan jaringan komunikasi yang memadai. Selebihnya, mereka telah hidup bahagia bersama alam yang terus memberi kehidupan.

“Kami tidak sudi jika tanah Beutong Ateuh dieksplorasi. Kami tidak ingin hutan yang menjadi sumber kehidupan kami ditelanjangi demi kepentingan sesaat.”

Bagi masyarakat Beutong Ateuh, tambang bukanlah jawaban. Mereka tidak mengejar kemewahan seperti yang sering dibayangkan masyarakat perkotaan.

Kekayaan mereka adalah hutan yang lestari, sungai yang jernih, udara yang bersih, dan tanah yang terus menghasilkan kehidupan.

Allah SWT telah mencukupkan semua kebutuhan mereka. Air tersedia sepanjang waktu, makanan tumbuh dari tanah yang subur, dan alam terus memberikan rezeki selama dijaga dengan penuh rasa syukur.

“Kami tidak membutuhkan uang dengan menjual kekayaan alam ini. Kami tidak membutuhkan kerakusan untuk bisa hidup. Kami tidak perlu merusak alam agar terlihat megah.

Kami hanya ingin menjaga alam agar tetap indah.”
Peristiwa banjir bandang yang melanda kawasan ini pada penghujung tahun 2025 menjadi pelajaran yang sangat berharga.

Penebangan hutan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab diyakini telah memperparah bencana hingga menghanyutkan dua kampung yang berada di sepanjang aliran sungai.

Tragedi tersebut menjadi pengingat bahwa ketika hutan rusak, bukan hanya pepohonan yang hilang, tetapi juga kehidupan, keamanan, dan masa depan masyarakat yang bergantung padanya.

Bagi warga Beutong Ateuh, menjaga hutan bukan sekadar menjaga pohon. Menjaga hutan berarti menjaga sumber air, menjaga tanah dari longsor, menjaga sungai tetap hidup, serta mewariskan kehidupan yang layak kepada anak cucu.

Karena bagi mereka, kekayaan yang sesungguhnya bukanlah apa yang diambil dari alam, melainkan apa yang masih dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Beutong Ateuh telah membuktikan bahwa manusia bisa hidup berkecukupan tanpa harus mengorbankan hutannya.

Previous Post

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Next Post

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Next Post
Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Dari Kampus ke Dunia Kerja: Mahasiswa Ilmu Komputer UBBG Perkuat Kompetensi Digital di BMKG Mata Ie

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026
BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

21/08/2026
Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

21/08/2026
Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

21/08/2026
Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

21/08/2026

Terpopuler

Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

Karna Hutan Kami hidup sejahtera, Bukan Karena Tambang

05/07/2026

Kegiatan HUT RI Ke-81 di Salah Satu SMA Abdya Disorot, Siswa Laki-laki Gunakan Pakaian Perempuan Saat Perlombaan Olah Raga

Peringati HUT ke-81 RI, Residen Rehabilitasi IPWL Kayyis Ahsana Aceh Jadi Pengibar Bendera dalam Kolaborasi Bersama Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Bupati Abdya Naikkan Gaji Pasukan Hijau dan Berikan Bonus Rp 10 Juta

Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Presentasikan Artikel pada IDMAC 2026 di Malaysia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com