JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan 5 bendungan sekaligus sebagai bagian Proyek Strategis Nasional (PSN), hari ini. Lima bendungan tersebut yakni bendungan Meninting yang berada di Lombok, NTB, kemudian dua bendungan di Aceh yakni Keureuto dan Rukoh. Selanjutnya, bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, dan Sidan Bali.
“Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang,” ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Jumat (10/7/2026).
Prasetyo menjelaskan dengan kapasitas ±9,91 juta m³ dan luas genangan ±46 ha, bendungan ini mengairi 1.559 ha lahan, menyediakan air baku, serta mendukung energi listrik ±10 MW dari PLTA dan PLTS terapung.
“Keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280% menjadi 300% dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam, serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun,” ujarnya.
Selain fungsi utama, kata Prasetyo, bendungan juga berpotensi menjadi kawasan wisata air dan mendukung pasokan air bersih bagi sektor pariwisata di Lombok.
Prasetyo menegaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata Prasetyo, percepatan pembangunan infrastruktur strategis akan terus menjadi prioritas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat.
“Melalui kerja keras, kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, serta komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang merata hingga ke seluruh pelosok negeri, pemerintah bertekad memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan nasional, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia yang semakin makmur dan sejahtera,” katanya.










