MEUREUDU – Di balik kesibukan bekerja dan tuntutan mencari nafkah, kehadiran seorang ayah pada hari pertama sekolah ternyata menyimpan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak hingga ke gerbang sekolah.
Momen sederhana itu diyakini mampu membangun rasa percaya diri, kedekatan emosional, hingga semangat belajar anak sejak dini.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengajak para ayah untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya memulai tahun ajaran baru. Kampanye ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun budaya pengasuhan yang melibatkan peran aktif ayah dalam tumbuh kembang anak.
Dalam poster yang disebarluaskan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Pidie Jaya, disampaikan pesan bahwa langkah pertama anak menuju sekolah akan lebih bermakna jika diawali dengan dukungan dan kasih sayang seorang ayah.
Slogan “Ayah Hadir, Anak Semangat, Masa Depan Cemerlang” menjadi pesan utama yang ingin ditanamkan kepada masyarakat.
Keterlibatan ayah selama ini masih sering dipandang sebatas pencari nafkah. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan perhatian dan pendampingan dari ayah cenderung memiliki karakter yang lebih kuat, rasa percaya diri yang lebih tinggi, kemampuan bersosialisasi yang lebih baik, serta prestasi akademik yang lebih optimal.
Oleh Karena itu, kehadiran ayah pada hari pertama sekolah bukan hanya simbol kasih sayang, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membentuk generasi yang tangguh dan berkarakter.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap gerakan ini menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Bukan hanya dilakukan pada hari pertama sekolah, tetapi juga menjadi awal dari keterlibatan ayah dalam setiap proses pendidikan anak, mulai dari mendampingi belajar di rumah, menghadiri kegiatan sekolah, hingga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah tantangan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat, keluarga tetap menjadi benteng utama pembentukan karakter anak. Kehadiran ayah yang aktif dinilai mampu memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun sumber daya manusia berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah. Peran orang tua, khususnya ayah, menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan.
Sebab, bagi seorang anak, perjalanan menuju cita-cita sering kali dimulai dari langkah kecil menuju sekolah—dan akan menjadi lebih berarti ketika langkah itu ditemani oleh sosok ayah yang hadir dengan penuh cinta dan perhatian.
Dalam surat edaran yang ditandatangani secara elektronik pada 10 Juli 2026 itu, Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kenyamanan belajar peserta didik sejak hari pertama.
“Gerakan ini diharapkan menjadi perhatian, dipatuhi, dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab demi masa depan generasi penerus Pidie Jaya,” demikian penegasan dalam surat edaran tersebut.[Mul]










