Aceh Selatan-Ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) SD Jamboe Manyang, Kecamatan Klut Utara, Kabupaten Aceh Selatan sangat memprihatinkan.
Sebanyak tiga ruang kelas 4-5-6 di sekolah tersebut mengalami kerusakan parah pada bagian atap, sehingga tidak lagi aman untuk digunakan.
“Zuki, warga Jamboe Manyang. Mengutarakan keprihatinan nya demi keselamatan para siswa zuki berharap agar ada perbaikan dari pihak sekolah dan pemerintah daerah mengingat kapan saja bisa terjadi plafon nya bisa roboh dan mengenai kepala para siswa/siswi saat aktivitas KBM berlangsung. 
Saat ini, para siswa melakukan proses belajar dalam ruangan yang memang tidak aman ,selain atap nya yang terlihat sudah bolong-bolong dan rapuh, dinding dan meja siswa penuh dengan coretan dan terkesan seperti sekolah laskar pelangi.
Marzuki berharap ada perhatian serius dari pemkab Aceh selatan,ini bukan perkara sepele tapi ini persoalan nyawa para siswa, dinding pembatas antar kelas juga sudah rusak hingga siswa dari kelas sebelah bisa dengan gampang keluar masuk karena papan-papan nya sudah rusak dan patah, kalau begini dibiarkan berlarut-larut tanpa ada perhatian dari pemerintah Bagaimana bisa daerah ini menjadi produktif dalam bidang pendidikan jika infra struktur nya seperti meja, kursi yang sudah usang ditambah lagi dinding nya penuh dengan coretan dan terlihat sangat kumuh.
Jauh dari kata tempat mendidik generasi penerus. Padahal ruang yang bersih akan membawa dampak positif bagi siswa/siswi dalam menyerap segala bentuk ilmu yang diajarkan oleh dewan guru, bagaimana seorang pendidik mengajarkan kepada siswa tentang berprilaku bersih dan rapi padahal lingkungan sekolah sendiri diibaratkan seperti bukan ruang yang menghasilkan ilmu dan mengasah pemikiran juga imajinasi bagi anak didik,” ujar zuki.
Bagus terlihat diluar belum tentu yang didalam, sekolah yang berada di jalan pendidikan Gampong Jamboe Manyang menjadi sorotan dari publik sekitar nya,banyak dari warga yang mengantar anak nya kesekolah tersebut merasa heran kenapa sekolah yang dibangun oleh pemerintah dengan uang yang miliaran itu tidak mampu dijaga dan dirawat,saya rasa pengelola sekolah ini gagal dalam mendidik siswa agar berprilaku yang berakhlak yang baik,” tutup zuki.
Sebelum berita ini di upload agar berita nya berimbang pihak media ini sudah menghubungi kepala sekolah bu “rasnawati” melalu pesan singkat (Whatsap) dan ada beberapa poin yang ingin diwawancarai oleh awak media namun kepala sekolah tersebut tidak berkenan untuk diwawancarai.










