BIREUEN – Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen menggelar sosialisasi lima program unggulan di hadapan seluruh santri baru dan santri lama, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya tahun ajaran 2026/2027 sekaligus menegaskan arah pembinaan santri ke depan.
Sosialisasi dilaksanakan dalam rangkaian Kuliah Umum Kepesantrenan di Musala Al-Makki, Kompleks Pesantren Modern Al Zahrah, Beunyot, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Acara berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 15.30 WIB dan dihadiri seluruh majelis guru, baik yang mukim di dalam maupun di luar pesantren.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk. H. M. Fadhil Rahmi, Lc., M.Ag., mengatakan, kelima program unggulan tersebut meliputi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Tahfiz dan Tahsin Al-Qur’an, Literasi, Pembinaan Organisasi dan Kepemimpinan, serta Kegiatan Olahraga dan Seni.
“Selain menjadi ciri khas Al Zahrah, kelima program ini bertujuan memberi ruang ekspresi untuk mengembangkan bakat dan minat santri, meningkatkan kualitas prestasi dari waktu ke waktu, dan menyiapkan mereka agar siap bersaing lebih luas di luar pesantren,” kata Tgk. Fadhil. Ia menegaskan, seluruh santri memiliki hak untuk bergabung dan belajar.
Untuk menjalankan program itu, pesantren memperkenalkan empat bidang sentral pelaksana, yakni Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI), Bidang Kepengasuhan, Talent Development Center (TDC), dan Al Zahrah Literacy Center (ALC).
Direktur KMI, Munawar, S.Pd., menjelaskan, Pesantren Al Zahrah menerapkan sistem pendidikan terpadu yang menggabungkan kurikulum kepesantrenan KMI, kurikulum Kementerian Agama, pembinaan bahasa Arab dan Inggris, Tahfiz dan Tahsin Al-Qur’an, serta pengembangan karakter dan kepemimpinan santri.
Sebagai dasar pembinaan karakter, Al Zahrah menerapkan Sapta Jiwa, yakni keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah, bebas dari kepentingan aliran atau partai, bertanggung jawab, dan optimis terhadap cita-cita.
Direktur Kepengasuhan, Zainal Adha, S.Pd., menegaskan bahwa bidang pengasuhan merupakan bagian terpenting dalam pembinaan santri. Aktivitas santri selama 24 jam di lingkungan pesantren berada dalam pantauan dan bimbingan para asatiz.
“Untuk mencapai tujuan dan hasil yang baik di kemudian hari, semua santri diharapkan mematuhi peraturan pesantren yang berlaku,” ujarnya.
Ketua TDC, Eka Prasetian, S.Pd mengajak seluruh santri mempersiapkan diri sesuai minat dan bakat untuk dibimbing secara intensif di wadah TDC. Para santri akan dilatih secara khusus di bidang tilawah, tahfiz, bahasa Arab, kaligrafi, melukis, sepak bola, bola voli, tenis meja, sepak takraw, dan lainnya.
“Masing-masing bidang akan dibina oleh ustaz yang berkompeten. Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Ketua ALC, Ikhwan Ramadhana, M.Ag., memaparkan empat program unggulan ALC, antara lain Jala Diksi, Pohon Diksi, Kotak Suara Aman, dan Flash Book. Ia menyebutkan, melalui program literasi, Pesantren Al Zahrah telah meraih banyak prestasi tingkat nasional sejak 2020 hingga 2026.
“Jangan pernah ragu untuk menulis dan menghasilkan karya,” ujarnya.









