SIGLI – Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Sigli Periode 2026–2027 bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepemimpinan, Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penegasan kembali posisi HMI sebagai organisasi kader yang dituntut mampu menjawab tantangan zaman melalui lahirnya pemimpin-pemimpin yang berintegritas, kritis, dan berpihak pada kepentingan umat serta masyarakat.
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Hotel Safira Sigli, Senin (27/7), mengusung tema “Meneguhkan Kembali Perjuangan HMI sebagai Kader Ummat dan Bangsa.” Tema tersebut dinilai relevan di tengah semakin kompleksnya persoalan sosial, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan yang membutuhkan kehadiran generasi muda dengan kapasitas intelektual, moral, dan keberanian menyampaikan gagasan perubahan.
Pada periode 2026–2027, HMI Cabang Sigli dipimpin Muhammad Arif sebagai Ketua Umum, didampingi Arif Gunawan sebagai Sekretaris Umum dan Ikwani sebagai Bendahara Umum.
Sementara KOHATI Cabang Sigli dipimpin Nana Lisna sebagai Ketua, Raudhatul Jannah sebagai Sekretaris, dan Intan Syarefa sebagai Bendahara.
Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar, alumni HMI Cabang Banda Aceh Angkatan 2001, Di hadapan para kader dan alumni, Al zaizi menegaskan bahwa HMI memiliki tanggung jawab historis sebagai kawah candradimuka yang melahirkan pemimpin bangsa.
Oleh Karena itu, menurutnya, organisasi tidak boleh kehilangan daya kritis maupun semangat pengabdiannya kepada masyarakat.
“HMI harus terus menjadi ruang kaderisasi yang melahirkan pemimpin berkarakter, berintegritas, dan memiliki keberpihakan kepada kepentingan rakyat, Organisasi ini jangan hanya besar dalam sejarah, tetapi juga harus relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat hari ini,” ujarnya.
Wabup Al Zaizi menilai, Pemerintah Kabupaten Pidie membutuhkan kehadiran organisasi kemahasiswaan yang mampu menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis, Sinergi antara pemerintah dan kelompok intelektual muda, katanya, merupakan modal penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pidie siap mendukung program-program positif HMI. Namun, kami juga berharap HMI tetap menjaga independensinya sebagai organisasi intelektual yang berani menyampaikan kritik yang objektif dan menawarkan solusi bagi pembangunan Daerah,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar organisasi bukan hanya menjaga eksistensi, tetapi memastikan proses kaderisasi terus berjalan sehingga HMI tetap menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian.
“Jangan sampai HMI kehilangan perannya di Kabupaten Pidie. Kaderisasi harus terus hidup, semangat perjuangan harus terus diwariskan, dan nilai-nilai organisasi harus tetap menjadi pedoman dalam setiap langkah pengabdian,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Alzaizi juga membuka ruang dialog antara pemerintah Daerah dan HMI. Menurutnya, komunikasi yang sehat antara pemerintah dan mahasiswa akan memperkuat demokrasi serta melahirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.
“Pendopo Wakil Bupati selalu terbuka. Datanglah membawa gagasan, kritik, maupun masukan. Pemerintah membutuhkan energi dan pemikiran generasi muda untuk membangun Kabupaten Pidie yang lebih maju,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Alzaizi mengajak seluruh kader HMI dan KOHATI memperkuat persatuan, menjaga ukhuwah, dan membangun budaya organisasi yang mengedepankan intelektualitas, integritas, serta kepedulian sosial.
Pelantikan tersebut menjadi titik awal bagi kepengurusan baru HMI dan KOHATI Cabang Sigli untuk membuktikan bahwa organisasi kader tidak hanya hadir sebagai wadah berhimpun mahasiswa, tetapi juga sebagai laboratorium kepemimpinan yang mampu melahirkan gagasan, mengawal kebijakan publik, serta menjadi kekuatan moral dalam mengawal pembangunan Kabupaten Pidie.
Apalagi di tengah derasnya arus perubahan, HMI diharapkan tetap menjadi penjaga nilai, penggerak perubahan, dan penyambung aspirasi masyarakat menuju pembangunan yang lebih berkeadilan, dan demi terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah SWT.[Mul]










