Banda Aceh – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Aceh menyatakan capaian imunisasi lengkap periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 19 persen atau 20 ribuan dari 104 ribu bayi sasaran imunisasi di provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Iman Murahman di Banda Aceh, Senin, mengatakan capaian tersebut termasuk rendah karena tidak sampai setengah dari sasaran bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap.
“Capaian imunisasi lengkap di Provinsi Aceh periode Januari hingga Juni 2026 sebanyak 19 persen dari 104 ribu bayi yang menjadi sasaran imunisasi. Ada berbagai kendala rendahnya capaian tersebut, di antaranya bencana banjir,” katanya.
Iman Murahman menyebutkan capaian tersebut juga tidak terjadi kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2024 maupun 2025. Capaian imunisasi periode Januari hingga Juni 2024 sebanyak 14,3 persen dan pada Januari hingga Juni 2025 mencapai 15,9 persen.
Dari 23 kabupaten kota, kata dia, capaian imunisasi terbanyak ada di Kota Lhokseumawe sebesar 33,4 persen dan Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 31,3 persen. Sedangkan capaian terendah di Kabupaten Aceh Jaya, sebesar 4,5 persen dan Kabupaten Pidie hanya mencapai lima persen.
Ia menyebutkan imunisasi lengkap meliputi campak, polio, difteri, tetanus, dan lainnya. Pemberian imunisasi tidak berdampak langsung, namun memberi manfaat bagi anak dengan memberikan kekebalan tubuh
Iman Murahman menyebutkan ada beberapa kendala masih rendahnya capaian imunisasi lengkap bayi. Kendalanya di antaranya anggapan masyarakat yang merasa imunisasi belum tidak terlalu penting, efek samping terhadap anak usai menerima imunisasi seperti demam, dan lainnya.
“Kami terus berupaya yakinkan masyarakat bahwa imunisasi itu penting untuk kekebalan tubuh anak. Memang dampaknya bukan saat mendapatkan imunisasi, tetapi di masa mendatang. Sedangkan efek sesudah imunisasi, merupakan hal wajar karena proses kekebalan tubuh,” kata Iman Murahman.









