Jakarta – Selama menjabat sebagai Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, sering menjadi bahan tertawaan publik.
Itu karena beberapa kali terekam kamera kesulitan membaca dan menyebutkan angka atau nominal besar saat berpidato.
Misalnya, dia kesulitan menyebut angka jumlah anggota partai yang dia pimpin ANC (Kongres Nasional Afrika). Dia menyebut secara terbata-bata bahkan keliru.
Pada kesempatan lain, ia juga keliru melafalkan angka miliaran, jutaan atau ribuan, seperti saat mencoba membaca angka statistik. Karena beberapa kesalahan saat pidato itulah, videonya sering dijadikan bahan candaan.
Namun yang menjadi sorotan utama masyarakat Afrika Selatan bukanlah soal pidato-pidatonya itu. Namun gaya hidup dan cara mengelola negaranya yang membuat Afsel jatuh ke dalam krisis.
Jacob Gedleyihlekisa Zuma nama lengkapnya, adalah Presiden Afrika Selatan yang menjabat sejak 9 Mei 2009.
Sebelumnya, dia menjabat sebagai Presiden Kongres Nasional Afrika (ANC), partai politik yang berkuasa, dan pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Afrika Selatan dari 1999 hingga 2005.
Namun selama menjabat dia dituding banyak melakukan korupsi dan pencucian uang. Sehingga tekanan untuk mundur terus berdatangan, termasuk dari partainya sendiri ANC.
Jacob Zuma mundur pada 14 Februari 2018 akibat desakan partai, ancaman mosi tidak percaya, dan skandal korupsi.
Tekanan ini dipicu oleh kasus suap pengadaan senjata, hubungan gelap pengusaha, serta desakan dari partainya sendiri, ANC. Dan setelah mundur pada 2018, dia menghadapi 18 dakwaan hukum, yang mencakup penipuan, pemerasan, dan pencucian uang.
Kasus ini berakar dari dugaan penerimaan 783 pembayaran suap terkait kesepakatan senjata senilai US$2,5 miliar pada akhir 1999. Kemudian meliputi 12 dakwaan penipuan, 2 dakwaan korupsi, 1 dakwaan pemerasan, dan 1 dakwaan pencucian uang yang berasal dari transaksi masa lalu.
Salah satunya yang cukup heboh adalah laporan dari lembaga independen tahun 2014 menyebutkan Jacob Zuma mendapat ‘keuntungan berlebihan’ dari perbaikan rumah pribadinya. Rumah yang terletak di kompleks pedesaan Nkandla, KwaZulu-Natal itu memiliki kolam renang, bioskop pribadi, dan kandang ayam besar.
Namun, Zuma selalu menampik semua tuduhan. Dengan tenang ia menyebut agen intelijen asing, berada di balik upaya menyingkirkan dia dari kekuasaan.
“Saya difitnah, dan disebut sebagai raja rakyat yang korup,” kata Zuma kepada komisi yang dipimpin oleh Hakim Ray Zondo.
“Saya diejek dan saya tak pernah menanggapi isu itu,” tambahnya.
Mantan Presiden Afsel pertama dibui
Meski banyak dakwaan korupsi diarahkan kepadanya, tapi dia dipenjara bukan karena kasus tersebut.
Seperti dilansir BBC, Zuma baru dieksekusi pada 2021, dalam 79 tahun. Dia terpaksa menyerahkan diri untuk mulai menjalani masa hukuman 15 bulan penjara yang dijatuhkan kepadanya atas dakwaan menghina pengadilan.
Jacob Zuma menjadi mantan Presiden Afrika Selatan pertama yang mendekam di dalam penjara. Dia dijebloskan ke penjara setelah memicu kerusuhan dan penjarahan besar-besaran di negara Nelson Mandela itu.
Penyerahan diri Zuma diwarnai adegan dramatis saat dia dikawal oleh konvoi kendaraan dari kediamannya di wilayah Nkandla menuju ke sebuah penjara di kota kecil Estcourt pada Rabu (7/7) sebelum tengah malam.
Bagaimana sidang kasus korupsinya? Pengadilan Tinggi KwaZulu-Natal di Pietermaritzburg memutuskan bahwa persidangan terkait kesepakatan senjata tahun 1999 tersebut harus berjalan dan menjadwalkan persidangan dimulai pada 1 Februari 2027, seperti dikutip media Afsel, SABC News.










