BLANGPIDIE — Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), H. Nazli Hasan, S.Ag., M.Ag., resmi memulai hari pertamanya bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jeumpa, Kamis (06/08/2026).
Langkah awal ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan KUA Jeumpa usai prosesi pelantikan dan antar tugas yang berlangsung khidmat.
Pelantikan Nazli Hasan sebelumnya dipimpin langsung oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., di Kantor Wilayah Kemenag Aceh pada Senin (3/8/2026) lalu, dengan didampingi Kepala Kantor Kemenag Abdya, Dr. H. Marwan Z, S.Ag., M.M., serta Kepala Kemenag Aceh Selatan, H. Khairul Huda, S.H.I., M.Si.
Acara antar tugas menuju tempat pengabdian yang baru tersebut diiringi langsung oleh jajaran jajaran penting jajaran Keluarga Besar Kemenag Abdya. Turut hadir mendampingi di antaranya Kasi Bimas Islam T. Faisal, S.Th., Kasi Pendis H. Adihar, S.Pd., M.A., Plt. Penyelenggara Zakat dan Wakaf Nizwar, S.Sos., serta Kepala KUA Blangpidie, Abuzar, S.H.I.
Dalam arahannya, Kepala Kankemenag Abdya, Dr. H. Marwan Z, S.Ag., M.M., menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menginstruksikan seluruh jajaran KUA untuk memperkuat budaya kerja, meningkatkan disiplin, serta menjaga integritas kepemimpinan di tingkat kecamatan.
“KUA adalah garda terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat. Pelayanan yang diberikan tidak boleh sekadar rutinitas administrasi, tetapi harus berorientasi pada kepuasan masyarakat, transparansi, serta inovasi tata kelola yang responsif terhadap kebutuhan warga,” tegas Marwan.
Menanggapi amanat tersebut, Kepala KUA Jeumpa yang baru, H. Nazli Hasan, menyampaikan komitmennya untuk membangun kerja sama yang solid dengan seluruh elemen staf, tokoh agama, hingga jajaran pemerintah lintas sektoral di Kecamatan Jeumpa.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat. Cakupan tugas KUA tidak hanya sebatas pencatatan pernikahan, tetapi juga mencakup pengelolaan dan optimalisasi tata kelola masjid, pemberdayaan zakat dan wakaf, edukasi bimbingan keluarga sakinah, hingga pembinaan kerukunan umat beragama agar tetap kondusif,” ujar Nazli.
Ia juga menambahkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mempercepat akses layanan KUA agar lebih transparan dan mudah dijangkau oleh warga. Melalui sinergi erat dengan instansi terkait dan tokoh masyarakat setempat, KUA Jeumpa optimistis dapat merealisasikan program-program keagamaan yang semakin berdampak positif dan inklusif.










