BLANGPIDIE – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-53, Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar aksi donor darah. Kegiatan ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan UTD RSUD Teungku Peukan.
Kegiatan donor dilaksanakan di Kantor Bank Aceh Syariah (BAS) Cabang Blangpidie, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Riko. S, Pemimpin Cabang Bank Aceh Syariah (BAS) Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya mengucapkan terimakasih kepada segenap mitra yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Donor Darah menyambut hari jadi Bank Aceh Syariah ke 53 tahun.
“Terima kasih kepada PMI Abdya, RSUD-TP dan para pendonor, semoga setitik darahnya bisa bermanfaat bagi saudara kita yang sedang membutuhkan,” kata Riko singkat.
Ketua PMI Abdya, Nurdianto mengatakan antusiasme pendonor kali ini cukup tinggi. Rata-rata yang melakukan donor darah merupakan karyawan Bank Aceh serta masyarakat umum.
“Rata-rata pendonor selain dari keluarga besar Bank Aceh, banyak juga dari kalangan masyarakat umum yang ikut mendonorkan darahnya,” kata Nurdianto.
Menurutnya, kolaborasi dengan Bank Aceh menjadi momentum baik untuk menumbuhkan budaya donor di Abdya. Darah yang terkumpul akan disalurkan melalui UTD RSUD Teungku Peukan untuk kebutuhan pasien.
Nurdianto mengapresiasi Bank Aceh yang menjadikan HUT ke-53 sebagai ajang kegiatan sosial, bukan hanya seremoni.
“Donor darah ini wujud nyata kepedulian Bank Aceh kepada masyarakat. Setetes darah sangat berarti bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan, tidak hanya saat peringatan HUT. PMI Abdya siap menjadi mitra untuk menyukseskan program kemanusiaan di daerah.
Nurdianto juga menyampaikan acara gelar donor tersebut berhasil mengumpulkan sebanyak 43 kantong donor darah. Jumlah tersebut terdiri dari golongan darah A sebanyak 9 kantong. Golongan darah B sebanyak 12 kantong, golongan darah O sebanyak 21 kantong dan golongan darah AB sebanyak 1 kantong.
“Dari 124 orang yang daftar jadi pendonor, sebanyak 43 orang yang berhasil di ambil darahnya, sebab rata-rata yang donor kekurangan HB dan tensi terlalu tinggi sehingga tidak bisa di ambil darahnya,” pungkasnya.










