Banda Aceh – Pelajar asal Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Tamiang terpilih mewakili Aceh sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026.
Mereka adalah M. Hibban Annafis, siswa SMA Modal Bangsa asal Kabupaten Aceh Besar, dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang, siswi SMA Negeri 2 Percontohan Karang Baru asal Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Munawar, melalui Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Aceh, Surya Edy Rachman, mengatakan kedua pelajar tersebut berhasil lolos setelah melewati proses seleksi yang ketat. Sebelumnya, sebanyak 46 pelajar terbaik tingkat SMA/sederajat dari seluruh kabupaten/kota di Aceh mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat provinsi.
“Untuk tingkat nasional terpilih satu pasang calon Paskibraka. Sementara jumlah peserta yang lolos sebagai Calon Paskibraka Provinsi Aceh sebanyak 28 orang,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Ia menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti seleksi tingkat provinsi merupakan pelajar terbaik yang diutus oleh masing-masing kabupaten/kota. Dari hasil seleksi tersebut, Pemerintah Aceh kemudian mengirimkan tiga pasang calon Paskibraka untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional.
“Selanjutnya dilakukan seleksi kembali di tingkat nasional hingga akhirnya dipilih satu pasang yang akan mewakili Aceh pada Paskibraka Tingkat Nasional Tahun 2026,” katanya.
Surya mengatakan keberhasilan M. Hibban Annafis dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang merupakan kebanggaan bagi Aceh. Menurutnya, proses seleksi Paskibraka tidak hanya mengukur kemampuan baris-berbaris dan kondisi fisik, tetapi juga menilai kesehatan, kepribadian, wawasan kebangsaan, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan para peserta.
“Kami berharap keduanya dapat menjalankan amanah dengan baik, menjaga nama baik Aceh, serta menunjukkan dedikasi dan semangat terbaik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Paskibraka Tingkat Nasional. Mereka merupakan representasi putra-putri terbaik Aceh yang telah melalui proses seleksi secara objektif dan ketat,” pungkasnya.










