BANDA ACEH – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Provinsi Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring lapangan dan penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengampaikan, kunjungan lapangan dilakukan untuk memantau ketersediaan stok dan kelancaran distribusi BBM di Aceh. Langkah ini juga menjadi bagian dari evaluasi setelah sempat terjadi antrean panjang BBM di wilayah Sumatera Bagian Utara pada awal Juli 2026.
“Kami ingin memastikan di Aceh jangan sampai terjadi seperti yang di Medan kemarin. Mengingat wilayah Sumbagut (Sumatera Bagian Utara) ini selalu menjadi hotspot atau titik perhatian utama kami,” tegasnya di kantor Pertamina Patra Niaga Banda Aceh, Senin (10/8/2026).
Menurut Fathul, penguatan koordinasi antara Fuel Terminal Krueng Raya dan jaringan ritel Pertamina Patra Niaga menjadi hal penting agar setiap potensi gangguan distribusi dapat dideteksi dan dimitigasi lebih awal.
“Kami juga meminta agar skema Regular, Alternative, and Emergency (RAE) diperkuat. Hal ini sangat penting mengingat Aceh memiliki riwayat pernah terjadi krisis akibat bencana,” tambahnya seraya mengapresiasi upaya Pertamina Patra Niaga dalam menjaga ketersediaan energi di wilayah Aceh.
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Aceh Misbah Bukhori menyatakan, pihaknya terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan BBM di lapangan.
“Alhamdulillah, untuk Aceh kami siap menyalurkan distribusi BBM dengan lembaga penyalur BBM yang saat ini tersedia, yaitu ada 177 SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) dan 270 Pertashop,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan di Banda Aceh untuk memantau pasokan BBM bagi nelayan. Dalam kesempatan itu, Fathul berdialog langsung dengan para nelayan mengenai kondisi distribusi BBM di lapangan guna memastikan alokasi BBM bersubsidi yang diamanatkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk nelayan terdistribusi secara adil, merata, dan lancar ke seluruh penjuru nusantara.
Salah seorang nelayan, Jafar, mengaku terbantu dengan keberlanjutan program BBM bersubsidi. “Terima kasih Pak Presiden Prabowo atas BBM bersubsidi ini, sehingga kami bisa tetap melaut mencari ikan untuk menafkahi keluarga,” ungkapnya.
Masih pada hari yang sama, Fathul menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertjiab) Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) periode 2024-2026 Nasri Djalal dengan Kepala BPMA periode 2026-2029 Mawardi Nur.
Dalam kesempatan itu, Fathul menyampaikan harapan agar BPMA dapat memperkuat kontribusi sektor hulu migas bagi ketahanan energi nasional. “Kami, BPH Migas, mengucapkan selamat bertugas kepada Kepala BPMA yang baru, Mawardi Nur. Berharap BPMA di bawah kepemimpinan beliau dapat meningkatkan lifting minyak bumi, peningkatan lifting gas, dan kami doakan beliau dapat bertugas secara optimal,” pungkasnya.










