Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Krak, Dosen dari Aceh Ini Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktoral UNESA dengan IPK 4,00

redaksi by redaksi
13/08/2026
in Sosok
0
Krak, Dosen dari Aceh Ini Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktoral UNESA dengan IPK 4,00

SURABAYA – Perjalanan akademik tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Hal itu dialami Nursamsu, dosen Universitas Samudra, Aceh, yang berhasil menuntaskan pendidikan doktoralnya di Program Studi S3 Pendidikan Sains, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di tengah berbagai tantangan, termasuk musibah banjir besar yang melanda Aceh.

Perjuangan tersebut berbuah prestasi membanggakan. Nursamsu berhasil menjadi wisudawan terbaik jenjang doktor (S3) pada Wisuda ke-121 Universitas Negeri Surabaya dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Capaian itu menjadi semakin bermakna karena proses menyelesaikan studi doktor tidak hanya menuntut ketekunan akademik, tetapi juga kemampuan untuk bertahan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Nursamsu lahir di Pangkalan Susu pada 27 Agustus 1984. Ia merupakan dosen Universitas Samudra, Aceh. Keinginannya melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor berawal ketika Program Studi Pendidikan Biologi di institusi tempatnya mengabdi sedang menjalani proses akreditasi.

Dalam proses tersebut, muncul rekomendasi agar dosen melanjutkan pendidikan doktoral. UNESA kemudian menjadi salah satu pilihan karena sistem perkuliahannya memungkinkan pembelajaran dilakukan secara hibrida, sehingga memberikan kesempatan bagi Nursamsu untuk tetap menjalankan tanggung jawab profesionalnya di Aceh.

Kesempatan itu dimanfaatkannya dengan mendaftar pada Program Studi S3 Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya.

Perjalanan tersebut tentu membutuhkan komitmen besar. Jarak antara Aceh dan Surabaya mengharuskannya mampu mengatur waktu antara pekerjaan, keluarga, perkuliahan, penelitian, serta berbagai kewajiban akademik selama menjalani studi doktor.

Proses Akademik yang Dijalani dengan Konsisten
Kesungguhan Nursamsu dalam menjalani pendidikan doktor terlihat dari perkembangan studinya. Pada Agustus 2024, ia datang ke Universitas Negeri Surabaya untuk mengikuti seminar proposal.

Setelah tahap tersebut, proses akademiknya terus bergerak hingga memasuki berbagai tahapan penyelesaian disertasi. Ia juga berhasil memenuhi persyaratan publikasi artikel internasional sebagai bagian dari proses akademik pada jenjang doktor.

Konsistensi menjadi salah satu faktor penting yang membantunya menyelesaikan studi. Ia tidak hanya fokus pada penyelesaian administrasi akademik, tetapi juga berusaha mempertahankan kualitas penelitian dan mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

Namun, perjalanan tersebut kemudian menghadapi ujian yang jauh berbeda dari aktivitas akademik sehari-hari.

Banjir Aceh Menjadi Ujian di Tengah Penyelesaian Disertasi
Musibah banjir besar yang melanda Aceh menjadi salah satu pengalaman paling berat bagi Nursamsu selama menyelesaikan pendidikan doktoralnya.

Bencana tersebut tidak hanya memberikan dampak terhadap kondisi fisik dan aktivitas keseharian, tetapi juga menghadirkan tekanan psikologis. Sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan penelitian dan disertasinya harus diselamatkan.

Bahkan, laptop yang menyimpan berbagai data dan dokumen penelitian turut terdampak banjir.

Dalam kondisi tersebut, Nursamsu tetap berusaha mempertahankan semangat untuk melanjutkan proses akademiknya. Situasi bencana tidak membuatnya menghentikan perjuangan yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Keteguhan tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian pendidikan doktor tidak semata-mata bergantung pada kemampuan akademik. Ketahanan menghadapi masalah, konsistensi, dan dukungan lingkungan juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang mahasiswa doktoral.

Dukungan Keluarga dan Promotor Menjadi Kekuatan
Di tengah berbagai tantangan, dukungan keluarga menjadi salah satu sumber kekuatan utama bagi Nursamsu.

Suaminya memberikan izin serta dukungan penuh agar ia dapat menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Dukungan juga datang dari promotor dan ko-promotor yang mendampingi proses akademik dan penelitian hingga disertasi dapat diselesaikan.

Kolaborasi antara ketekunan pribadi, dukungan keluarga, dan pendampingan akademik menjadi faktor penting yang memungkinkan perjalanan tersebut terus berlanjut meskipun menghadapi berbagai kendala.

Angkat Kearifan Lokal Aceh dalam Penelitian Disertasi

Tidak hanya berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK sempurna, penelitian doktoral Nursamsu juga membawa identitas dan kekayaan lokal Aceh ke dalam kajian pendidikan sains.

Ia menyelesaikan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Creative Inquiry Project Laboratory (CIPro-Lab) Berbasis Kearifan Lokal Aceh untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA.”

Melalui penelitian tersebut, Nursamsu mengembangkan model pembelajaran laboratorium yang memadukan aktivitas penyelidikan ilmiah, proyek, dan konteks kearifan lokal Aceh.

Pendekatan tersebut menempatkan pembelajaran sains tidak sebatas pada penguasaan teori. Pengetahuan ilmiah juga perlu dikaitkan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungan budaya tempat peserta didik berada.

Integrasi kearifan lokal Aceh dalam pembelajaran sains sekaligus menjadi upaya untuk membuat proses pembelajaran lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman peserta didik.

Model yang dikembangkan diarahkan untuk mendukung peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA melalui proses pembelajaran yang aktif dan berbasis penyelidikan.

Keberhasilan menjadi wisudawan terbaik S3 UNESA dengan IPK 4,00 bukanlah target utama yang sejak awal ditetapkan Nursamsu.

Baginya, tujuan terpenting adalah mampu menjalani dan menyelesaikan setiap tahapan akademik dengan sungguh-sungguh.

Pengalaman selama menjalani studi menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan doktoral membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan konsistensi menjalankan proses. Membaca berbagai artikel ilmiah internasional juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan akademiknya.

Selain itu, komunikasi yang baik dengan promotor serta dukungan keluarga turut menjadi faktor yang membantu proses penyelesaian pendidikan.

Keberhasilan Nursamsu akhirnya menjadi lebih dari sekadar pencapaian akademik dengan IPK sempurna. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana komitmen terhadap pendidikan dapat tetap dipertahankan di tengah keterbatasan jarak, tanggung jawab pekerjaan, tuntutan penelitian, hingga musibah bencana.

Dari Aceh menuju Surabaya, dari proses penelitian hingga menghadapi banjir, perjalanan tersebut berakhir dengan salah satu pencapaian tertinggi dalam pendidikan akademik: gelar doktor sekaligus predikat wisudawan terbaik Universitas Negeri Surabaya.

Previous Post

7 Warga Meninggal Usai Pohon Tumbang Timpa Mobil Pikap di Pidie

Next Post

Ohku, Oknum Polisi di Tamiang Kembali Dibui karena Curi Minyak Mentah

Next Post
Ohku, Oknum Polisi di Tamiang Kembali Dibui karena Curi Minyak Mentah

Ohku, Oknum Polisi di Tamiang Kembali Dibui karena Curi Minyak Mentah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

BMA dan KCU Bank Aceh Perkuat Sinergi Percepat Layanan dan Penyaluran Bantuan

BMA dan KCU Bank Aceh Perkuat Sinergi Percepat Layanan dan Penyaluran Bantuan

13/08/2026
Pemkab Aceh Besar Bahas Kesiapan Kuta Baro sebagai Tuan Rumah MTQ XXXV 2026

Pemkab Aceh Besar Bahas Kesiapan Kuta Baro sebagai Tuan Rumah MTQ XXXV 2026

13/08/2026
Terpilih Aklamasi, Irmansyah Marzuki Pimpin PBVSI Abdya

Terpilih Aklamasi, Irmansyah Marzuki Pimpin PBVSI Abdya

13/08/2026
Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

13/08/2026
Sekretaris Al Zahrah Dorong OSPA Susun Program Kerja yang Terukur dan Berdampak

Sekretaris Al Zahrah Dorong OSPA Susun Program Kerja yang Terukur dan Berdampak

13/08/2026

Terpopuler

Krak, Dosen dari Aceh Ini Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktoral UNESA dengan IPK 4,00

Krak, Dosen dari Aceh Ini Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktoral UNESA dengan IPK 4,00

13/08/2026

Dua Kali Diperiksa Polda, Wabup Pidie Jaya Pilih Jalan Damai: Delapan Saksi Sudah Dipanggil

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

8.000 Peserta Bakal Ramaikan HUT RI Pidie Jaya, Kesiapan Pemkab Diuji

Ratusan Warga Abdya Semarakkan Pawai Obor Tulak Bala

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com