Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

redaksi by redaksi
16/08/2026
in Kampus
0
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

LHOKSEUMAWE – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Kelompok 8 Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe menggelar sosialisasi ekoteologi kepada masyarakat Gampong Kuala Keureuto, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Materi disampaikan oleh anggota KPM Kelompok 8, Nur Safira. Ia menjelaskan bahwa ekoteologi mengajarkan manusia untuk memandang alam sebagai bagian dari ciptaan Allah yang harus dijaga dan dipelihara. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dipahami secara konsep, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Nur Safira mengaitkan pentingnya ekoteologi dengan bencana banjir yang melanda Gampong Kuala Keureuto pada 2025 lalu, yang sempat berdampak pada aktivitas warga setempat. Peristiwa itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dan memperkuat upaya pencegahan bencana adalah tanggung jawab bersama.

“Ekoteologi mengajarkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia. Apa yang kita lakukan terhadap lingkungan akan berdampak pada kehidupan kita,” ujar Nur Safira.

Sebagai bentuk penerapan nyata dari nilai tersebut, mahasiswa KPM Kelompok 8 sebelumnya telah menjalankan program BAHARI (BAkau Hijau untuk pesisir lestARI), yaitu penanaman bakau di kawasan pesisir Gampong Kuala Keureuto. Program ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana ke depan.

Sosialisasi ini pun mendapat sambutan positif dari warga. Salah seorang warga, Halimah, mengaku sebenarnya masyarakat sudah memahami pentingnya menjaga lingkungan, hanya saja belum mengenal istilah ekoteologi sebagai konsep yang menaunginya.

“Kami sebenarnya sudah tahu pentingnya menjaga lingkungan, cuma belum tahu kalau hal tersebut dinamakan ekoteologi. Setelah mengikuti sosialisasi ini, kami jadi lebih memahami bahwa menjaga lingkungan juga berkaitan dengan nilai agama,” ujarnya.

Sementara itu, Juwariah menilai sosialisasi ini membuka wawasan baru sekaligus menguatkan niat warga untuk melanjutkan kebiasaan menjaga lingkungan yang sudah berjalan selama ini. Menurutnya, memahami dasar keagamaan di balik kepedulian lingkungan membuat warga merasa lebih termotivasi untuk konsisten menjalankannya, bukan sekadar mengikuti imbauan.

“Sosialisasi ini membuat kami lebih sadar bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bentuk tanggung jawab kita kepada Allah, bukan hanya kepada sesama manusia,” ujar Juwariah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM Kelompok 8 berharap pemahaman masyarakat mengenai ekoteologi tidak berhenti pada sosialisasi, melainkan terus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjaga lingkungan pesisir dan melanjutkan program-program pelestarian alam meski masa KPM telah berakhir.

Previous Post

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Next Post

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Next Post
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

Peserta Karnaval HUT RI ke-81 di Abdya Kenakan Pakaian Wartawan, Ajak Warga Melek Informasi

16/08/2026
Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

16/08/2026
Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026
Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

16/08/2026
Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Terpopuler

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Mahasiswa KPM UIN SUNA Sosialisasikan Ekoteologi

16/08/2026

KPA Sagoe Malaka Wilyah 013/Blangpidie Ikut Sukseskan Zikir dan Doa Bersama Hari Perdamaian Aceh

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Turnamen Catur Kasyful Wara Cup I Bergulir, Bentuk Pondasi Atlet Amatir menjadi Profesional

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com