BLANGPIDIE – Sebanyak 40 siswa MAN Inovasi Aceh Barat Daya yang tergabung dalam Sanggar Al-Munawwarah turut memeriahkan Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya di Lapangan Persada, Senin, 17 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa menampilkan Tari Kreasi Nasional di hadapan peserta upacara dan tamu undangan. Penampilan ini menjadi bagian dari kontribusi siswa madrasah dalam memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus menunjukkan bakat dan kreativitas generasi muda madrasah.
Penampilan Tari Kreasi Nasional tersebut memadukan kekayaan gerak tradisional nusantara dengan sentuhan modern. Para penari tampil dengan gerakan yang luwes dan ekspresif, didukung busana modifikasi serta iringan musik yang inovatif. Sentuhan rapai, sebagai salah satu ciri khas kesenian Aceh, turut hadir dalam pertunjukan tersebut.
Sanggar Al-Munawwarah dibina dan dipimpin oleh Ika Setiawati SPd, guru seni MAN Inovasi Aceh Barat Daya. Di bawah pembinaannya, para siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi seni dan kreativitas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya, Dr H Marwan Z SAg MM, mengatakan bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada penguatan nilai-nilai agama dan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.
“Madrasah tidak hanya fokus pada nilai-nilai agama dan akademik. Anak-anak kita juga diberikan ruang untuk berkreasi, mengembangkan bakat, serta berani tampil di tengah masyarakat dengan tetap menjaga akhlak,” ujar Marwan.
Menurutnya, penampilan siswa MAN Inovasi Abdya dalam momentum HUT ke-81 RI menunjukkan bahwa pendidikan madrasah dapat berjalan seimbang antara penguatan ilmu, kreativitas, budaya, dan akhlak.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan seni dan budaya juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bertanggung jawab, bekerja sama, disiplin, serta membawa nilai-nilai kesopanan dan akhlak dalam setiap penampilan.
Penampilan 40 siswa MAN Inovasi Abdya tersebut menjadi gambaran bahwa madrasah mampu memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh sebagai generasi yang religius, kreatif, berbudaya, dan berakhlak. []






