Banda Aceh— Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Layanan Internasional (PLI) bersama International Office Student Volunteers (IOV) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar webinar internasional bertajuk “From Aceh to Russia” secara daring melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Republik Indonesia di Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, serta dua alumni UIN Ar-Raniry penerima beasiswa Pemerintah Rusia (Russian Government Scholarship), yakni Sultan Ahmad Fadhil Syah, S.H. dan Naufal Maulana, S.Pd. Sesi diskusi tersebut dipandu oleh Riziq Elfathir selaku moderator dari IOV UIN Ar-Raniry.
Representasi UPT PLI UIN Ar-Raniry, Suri Wahyuni, M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemateri yang telah meluangkan waktu membagikan wawasan berharga. Dalam sambutannya mewakili Kepala UPT PLI UIN Ar-Raniry, Prof. Saiful Akmal, ia menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi kemajuan akademik mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Khoirul Rosyadi serta rekan-rekan alumni yang telah berbagi ilmu. Kegiatan ini diharapkan dapat membuka cakrawala sivitas akademika UIN Ar-Raniry bahwa peluang studi di Rusia sangat terbuka lebar dan patut diperjuangkan,” ujar Suri Wahyuni.
Dalam pemaparannya, Atdikbud RI di Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, menekankan peran penting soft diplomacy pendidikan antara Indonesia dan Rusia. Ia juga meluruskan pandangan keliru publik yang kerap menyamakan Rusia dengan era Uni Soviet.
“Banyak masyarakat yang keliru menganggap Rusia sama seperti Uni Soviet dulu. Padahal, Rusia saat ini adalah negara yang sangat menghargai keberagaman agama. Bahkan populasi muslim di Rusia cukup besar, terutama di kawasan Kazan yang penuh sejarah. Dengan iklim akademik yang matang, Rusia menjadi alternatif destinasi studi luar negeri yang sangat kompetitif selain negara-negara Barat,” jelas Prof. Khoirul.
Ia menambahkan bahwa beasiswa Pemerintah Rusia sangat bernilai (worth it) karena memberikan cakupan fasilitas yang jelas, seperti pembebasan biaya kuliah, fasilitas asrama, hingga tunjangan bulanan.
Sementara itu, Sultan Ahmad Fadhil Syah, S.H., alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum UIN Ar-Raniry angkatan 2021 yang kini menempuh studi di Kazan, membagikan detail pengalamannya meraih Russian House Scholarship hingga menjalani kehidupan akademik di Rusia. Ia memaparkan bahwa Beasiswa Russian House membuka kesempatan dari jenjang S1, S2, hingga S3 dengan persyaratannya tanpa tes TOEFL/IELTS, memiliki IPK di atas 3,5 (atau nilai rapor >85), serta sehat jasmani dan rohani.
Sultan juga membagikan kisah perjalanannya dari Aceh menuju Kazan yang menempuh total waktu penerbangan hampir 18 jam dengan rute transit di Kuala Lumpur dan Shanghai sebelum tiba di Kazan. Setibanya di Rusia, ia mengikuti program Podfak (Podgotovitel’nyy Fakul’tet), yaitu kelas persiapan bahasa dan akademik selama 9–12 bulan untuk menguasai tiga level bahasa Rusia serta beradaptasi dengan budaya lokal.
“Di Kazan, suasana lingkungannya sangat nyaman, aman, dan kaya akan budaya Tatar. Selain diajarkan oleh para pengajar yang sangat sabar, selama masa Podfak kami juga berteman dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Mesir, Tiongkok, Somalia, hingga Turki, serta berkesempatan mengikuti event internasional seperti Kazan Forum,” tutur Sultan.
Senada dengan Sultan, Naufal Maulana, S.Pd., alumni Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknologi Informasi UIN Ar-Raniry sekaligus penerima beasiswa Rusia tahun 2026, menceritakan alasannya memilih Rusia sebagai destinasi studi magister. Ia tertarik mendalami bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) langsung dari pakar terkemuka di Rusia.
“Rusia merupakan salah satu negara terdepan di bidang teknologi. Saya memilih ke Rusia karena ingin belajar langsung dari pakar AI terkemuka, yaitu Professor Alexander Boukhanovsky. Untuk jalur pendaftaran, ada pilihan Open Doors melalui kompetisi akademik internasional maupun jalur Russian House yang menyediakan kuota khusus bagi pelajar asing,” ungkap Naufal.
Ia juga berpesan kepada para mahasiswa yang ingin mendaftar agar mempersiapkan dokumen secara matang, mulai dari motivation letter, surat rekomendasi kampus, hingga rekam jejak sertifikat prestasi dan pengabdian.








