BLANGPIDIE — Pejabat di Kabupaten Aceh Barat Daya mulai menjalankan gerakan yang dipelopori oleh Bupati Dr. Safaruddin, S.Sos MSP yakni gerakan “Satu Pejabat Satu Anak Yatim”. Gerakan ini meminta setiap pejabat eselon di lingkungan Pemkab Abdya menjadi bapak asuh minimal 1 anak yatim.
Pada program ini, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) kabupaten setempat mulai ambil star.
Kepala Bapperida Abdya, Sufrinaldi mengatakan Bapperida langsung menindaklanjuti arahan Bupati.
“Alhamdulillah, setelah gerakan ini dipelopori Bapak Bupati, kita di Bapperida langsung menindaklanjuti,” ujarnya, Selasa (01/09/2026).
Untuk tahap awal, Bapperida menunjuk Rian Alfarisi (9) asal Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie sebagai anak asuh. Rian saat ini siswa SD 14 Meudang Ara.
“Salah seorang pejabat kita akan menjadi ayah asuh bagi Rian dan memberikan santunan setiap bulan,” kata Sufrinaldi.
Skema Bantuan Rp10 Ribu/Hari ini Bupati Dr. Safaruddin yang mencanangkan saat Apel Penanganan Karhutla, Senin lalu (31/08). Menurutnya, pejabat cukup menyisihkan Rp10 ribu per hari untuk santunan bulanan.
“Ini nilai kecil bagi kita, tapi dampaknya luar biasa bagi mereka,” ucap Dr. Safaruddin.
Ia juga menekankan gerakan ini akan membawa keberkahan. Sebagai kepala daerah, ia mengajak seluruh pejabat bersungguh-sungguh membantu anak yatim.
Pemkab Abdya juga akan mengajak perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD di Abdya untuk ikut lewat program CSR maupun pengasuhan langsung.
“Kita undang perusahaan di Abdya agar ikut bertanggung jawab sosial. Kalau pemerintah dan dunia usaha bersatu, tidak ada lagi anak yatim di Abdya yang terlantar,” pungkas Dr. Safaruddin.
Gerakan ini ditargetkan menjadi percontohan aksi kepedulian sosial berbasis birokrasi dan kemitraan di Aceh.








