MEULABOH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat meningkatkan kesiapsiagaan setiap pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) mengantisipasi dampak kesehatan masyarakat akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini terjadi di wilayah itu.
“Puskesmas ini kita siagakan agar dapat memberikan pertolongan secepatnya kepada masyarakat yang terkena kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Evi Darni kepada ANTARA, Kamis.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah melakukan penanganan medis akibat paparan asap karhutla berfokus di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat di wilayah lokasi terjadinya karhutla. Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat memberikan dukungan penuh dari sisi penyediaan logistik medis.
Ada pun wilayah kecamatan yang terbilang paling rawan dan rutin mengalami fenomena karhutla saban tahun di Kabupaten Aceh Barat diantaranya Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Samatiga, serta Kecamatan Kaway XVI.
Evi Darni mengimbau masyarakat agar tidak enggan memproteksi diri dari paparan asap, dan meminta masyarakat agar tidak malas atau merasa berat memakai masker.
“Masker sangat penting untuk melindungi saluran pernapasan dari bahaya asap karhutla,” kata Evi Darni.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda tiga kecamatan di wilayah ini sudah meluas mencapai 9,5 Ha pada Kamis (3/9) pagi dan berpotensi meluas.
Sebelumnya pada Selasa (1/9) lalu, luas kebakaran lahan di daerah ini mencapai seluas 6,5 Ha.
Ada pun sebaran titik api paling luas berada di Kecamatan Samatiga, tepatnya di Gampong Mesjid Baro dengan luas area terbakar mencapai 5 hektare.
Sementara di Kecamatan Johan Pahlawan yakni di Desa/Gampong Blang Beurandang luas lahan terbakar mencakup 3 hektare, dan di Kecamatan Woyla tepatnya di Gampong Aron Tunong luas lahan terbakar mencapai sekitar 1,5 hektare (Ha).









