BANDA ACEH – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pengaruh budaya global, Anggota MPRRI asal Aceh H. Muslim Ayub mengajak generasi muda untuk kembali menggali dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan modern.
Hal tersebut disampaikan Muslim Ayub dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bersama pemuda, masyarakat , dan OKP di Gedung Serbaguna, Pango. Banda Aceh Selasa (15/9).
“Pancasila bukan hanya hafalan di sekolah, tapi harus menjadi pedoman hidup. Di era TikTok, Instagram, dan AI ini, justru nilai Pancasila yang akan menjaga jati diri kita sebagai bangsa,” ujar Muslim Ayub.
Menurutnya, tantangan pemuda hari ini sangat berbeda. Jika dahulu tantangannya adalah penjajahan fisik, hari ini tantangannya adalah penjajahan ideologi, hoaks, intoleransi, dan lunturnya gotong royong.
“Saya harap pemuda aceh tidak hanya jadi penonton, tapi jadi pelaku. Gali Pancasila, terapkan dalam dunia kerja, dalam usaha kopi, dalam mengelola wisata . Itulah wujud nasionalisme modern,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 pemuda dsn masyarakat dari berbagai kecamatan dan organisasi kepemudaan. Para peserta antusias berdialog mengenai peran pemuda dalam menjaga ideologi bangsa di era digital., []









