Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Rumuskan Pariwisata Berkelanjutan, Dosen IAIN Takengon Gelar FGD Penyusunan RIPPARDA Aceh Tengah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
18/09/2026
in Kampus
0
Rumuskan Pariwisata Berkelanjutan, Dosen IAIN Takengon Gelar FGD Penyusunan RIPPARDA Aceh Tengah

Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah bekerja sama dengan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melaksanakan penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) Aceh Tengah Tahun 2026–2033, Kamis 17 September 2026.

Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam merumuskan arah pembangunan sektor pariwisata daerah yang berkelanjutan, berbasis potensi lokal, dan berdaya saing.

Sebagai proses penyusunan dokumen, Tim Dosen IAIN Takengon selaku Tim Penyusun RIPPARKAB Aceh Tengah menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk menghimpun masukan, memvalidasi data, serta merumuskan isu strategis pembangunan kepariwisataan Kabupaten Aceh Tengah.

Kegiatan yang bertempat di Ruang Rapat Rektorat IAIN Takengon tersebut menjadi forum kolaboratif yang menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, perangkat daerah teknis, masyarakat, komunitas wisata, dan pemangku kepentingan lainnya.

Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan, MCL mengatakan, keterlibatan IAIN Takengon dalam penyusunan RIPPARKAB menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurut Rektor, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan kajian yang mampu mempertemukan kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan.

“Penyusunan RIPPARKAB Aceh Tengah diharapkan mampu menghadirkan arah pembangunan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat nilai budaya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dekan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin IAIN Takengon, Dr. Ahmad Sholihin Siregar, MA, menekankan bahwa pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia, kelembagaan masyarakat, serta pelestarian nilai budaya lokal.

“Pariwisata bukan hanya berkaitan dengan pembangunan destinasi secara fisik, tetapi juga membutuhkan kesiapan masyarakat sebagai pelaku utama,” jelasnya.

Ketua Tim Penyusun RIPPARKAB Aceh Tengah, Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si, menyampaikan, penyusunan dokumen RIPPARKAB dilakukan melalui proses kajian, inventarisasi potensi, analisis kondisi eksisting, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, perubahan kondisi daerah dan tantangan pembangunan, termasuk dampak bencana hidrometeorologi, menjadi faktor penting yang harus menjadi perhatian dalam perencanaan pariwisata ke depan.

“Pembangunan pariwisata Aceh Tengah harus diarahkan pada konsep yang lebih komprehensif, yaitu memperkuat daya tarik wisata, meningkatkan kualitas destinasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, memperkuat kelembagaan, serta memastikan keselamatan wisatawan,” ungkapnya.

“Penyusunan RIPPARKAB Aceh Tengah dilakukan sebagai tindak lanjut berakhirnya periode Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2018–2025 yang sebelumnya ditetapkan melalui Qanun Kabupaten Aceh Tengah Nomor 4 Tahun 2019,” tambah Ramdansyah.

Aceh Tengah dinilai memiliki berbagai potensi unggulan, mulai dari Danau Lut Tawar, kawasan dataran tinggi, perkebunan kopi Arabika Gayo, wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata olahraga, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

Namun, pengembangan pariwisata perlu dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, seperti daya dukung lingkungan, risiko bencana, aksesibilitas, tata ruang, keselamatan wisatawan, serta keberpihakan kepada masyarakat lokal.

Melalui kerja sama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah dan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin IAIN Takengon, penyusunan RIPPARKAB Aceh Tengah 2026–2033 diharapkan mampu menghasilkan dokumen strategis yang menjadi pedoman pembangunan pariwisata daerah.

Dokumen tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Aceh Tengah sebagai destinasi yang memiliki daya saing, menjaga kelestarian alam, memperkuat budaya Gayo, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan pariwisata Aceh Tengah yang tangguh bencana, berbasis masyarakat, dan berkelanjutan.[]

Previous Post

Sekorong Privat Buka Les Bimbingan Belajar dan Calistung di Kotafajar

Next Post

Hadapi Krisis Energi, Banda Aceh Siapkan Hotel Aceh Heritage Berbasis Green Energy

Next Post
Hadapi Krisis Energi, Banda Aceh Siapkan Hotel Aceh Heritage Berbasis Green Energy

Hadapi Krisis Energi, Banda Aceh Siapkan Hotel Aceh Heritage Berbasis Green Energy

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

Senator Azhari Cage Bawa Persoalan Bendera Bulan Bintang dalam Paripurna DPD RI

03/11/2026
Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

Kapolres Aceh Selatan Salurkan Bantuan untuk Anak-Anak Pengungsi Banjir

03/11/2026
Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

Kecamatan Peukan Bada Tanda Tangan MOA dan IA dengan FKIP, FKM, dan F Teknik USM

03/11/2026
Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

Krak, Lulusan Al Zahrah Akan Diberikan Beasiswa Full ke Universitas Ternama di Indonesia

03/11/2026
Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

Ohku, Banjir Kembali Menghantam Pidie Jaya, Mendagri Persilakan Tetapkan Tanggap Darurat

03/11/2026

Terpopuler

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

Saat Kenduri Maulid Jadi Panggung Perlawanan

02/11/2026

Sukandi Salah Minum Obat : Abas Jadi Corong Ala, Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Pengurus Nya

Rumuskan Pariwisata Berkelanjutan, Dosen IAIN Takengon Gelar FGD Penyusunan RIPPARDA Aceh Tengah

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com