BANDA ACEH – Setiap peserta didik memiliki potensi yang berbeda, dan tugas madrasah adalah memastikan potensi tersebut ditemukan, diasah, dan diberi ruang untuk berkembang.
Pesan itu menjadi penekanan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banda Aceh, Dr H Salman SPd MAg, saat membuka Kegiatan Apresiasi (Ajang Prestasi Robotic, Sains, Olahraga, dan Seni) Tingkat Kota Banda Aceh Tahun 2026 di MAN 1 Banda Aceh, Senin 28 September 2026
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta didik madrasah di Kota Banda Aceh untuk mengikuti ajang tingkat Provinsi Aceh pada Oktober mendatang. Ajang Apresiasi mempertemukan peserta didik dari berbagai jenjang madrasah, mulai dari RA, MI, MTs, hingga MA, dengan bidang prestasi yang mencakup robotik, sains, olahraga, dan seni.
Salman mendorong seluruh kepala madrasah dan guru agar lebih peka dalam mengenali potensi peserta didik serta lebih aktif memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Menurutnya, kesempatan berkompetisi bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenali kemampuan, membangun keberanian, mengasah pengalaman, dan membawa nama madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.
“Saya mengajak seluruh kepala madrasah untuk lebih gencar mengikutsertakan siswa dalam berbagai lomba, baik tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para guru dan kepala madrasah agar tidak hanya menunggu siswa menunjukkan prestasinya, tetapi aktif menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.
“Guru dan kepala madrasah harus lebih peka melihat prestasi dan potensi yang dimiliki siswa. Jangan sampai ada anak-anak yang memiliki kemampuan, tetapi tidak mendapatkan ruang untuk berkembang dan berkompetisi,” lanjutnya.
Bagi Kankemenag Kota Banda Aceh, keterlibatan peserta didik dalam berbagai ajang kompetisi menjadi bagian dari upaya membangun budaya prestasi di madrasah. Karena itu, kegiatan Apresiasi tidak berhenti pada kompetisi tingkat kota, tetapi diarahkan menjadi tahap awal untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Aceh.
Pada kesempatan tersebut, Salman juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M) yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada K2M yang telah memberikan dukungan dan bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Mudah-mudahan dari kegiatan ini lahir siswa-siswa berprestasi yang mampu membawa nama madrasah dan Kota Banda Aceh ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemasangan ID card peserta secara simbolis serta penerbangan burung merpati oleh para pimpinan yang hadir.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasubbag TU Kusnadi SAg MA, Kasi Pendidikan Madrasah Syafruddin SAg MSi, Kasi Pd. Pontren Sayed Khawalid SAg MA, seluruh kepala madrasah, serta perwakilan peserta dari madrasah se-Kota Banda Aceh dari jenjang RA, MI, MTs, dan MA.
Usai pembukaan, Kakankemenag didampingi Kasubbag TU dan para kepala seksi menyapa langsung para peserta. Mereka menyalami dan memberikan semangat kepada siswa yang akan mengikuti rangkaian ajang prestasi tersebut. Sapaan langsung kepada peserta menjadi bagian penting dari pesan bahwa kompetisi bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Keberanian untuk tampil, pengalaman berkompetisi, dan kesempatan mengembangkan potensi merupakan bagian dari prestasi itu sendiri.
Dari tingkat Kota Banda Aceh, para peserta selanjutnya dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan pada tingkat Provinsi Aceh yang akan digelar pada Oktober 2026. Ajang tersebut diharapkan menjadi ruang bagi talenta-talenta madrasah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperluas pengalaman mereka di tingkat yang lebih tinggi.









