Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 8

redaksi by redaksi
08/10/2026
in Cerbung
0
Sang Kombatan [Jilid 2]

“Pakwa, kau salah paham. Aku sama sepertimu, aku juga diundang untuk bertamu ke sini malam ini,” ujar Mustafa.

Ia masih mencoba menenangkan diriku sambil melepas diri dari cengkraman.

“Kita berempat malam ini sama-sama diundang ke sini. Setidaknya, hingga malam ini, kami belum memutuskan untuk bergabung atau tidak,” ujarnya kemudian.

“Kenapa kau mengiringku kemarin? Bukankah kalian sama dengan menjebakku?”ujarku lagi.

Mustafa mundur. Ia melirik Rusli yang sejak tadi lebih banyak memilih diam. Seolah ia meminta Rusli ikut berbicara.

“Aku tahu Pakwa. Kau sangat tak puas dengan kondisi Aceh hari ini. Kami juga tahu dengan kemampuanmu mengatur Tentara Nanggroe sebelum damai terjadi. Dengan kemampuan pas-pasan Mualem saat ini, 100 persen, kuyakin cita-cita perjuangan kita tak akan tercapai,” kata Rusli.

Perkataannya begitu menohok. Aku seperti disiram bensin di kepala.

“Tapi aku tak pernah berencana melawan komando. Apalagi melawan Mualem,” ujarku kemudian.

“Pernah,” kata Mustafa tiba-tiba.

Aku melirik ke arah Mustafa. Ia begitu yakin bahwa aku juga pembangkang seperti mereka.

“Pilkada Lhokseumawe di 2007,” ujar Mustafa lagi sambil mengungkit ‘dosaku’ di masa lalu.

Perkataan Mustafa ini bagai petir di kepalaku. Aku terdiam lama. Kakiku tiba-tiba terasa lemah. tanganku menggenggam erat sudut meja guna menompang tubuh.

“Itu beda. Aku melawan putusan wilayah tapi bukan putusan komando. Aku menerima peunutoh yang berbeda dengan wilayah,” jawabku kemudian.

“Itu peunutoh Mualem. Meski tak pernah diakui,” kataku lagi pelan. Sesuatu yang berat untuk kukatakan.

“Aku cuma pion.”

Mendengar hal ini, Mustafa seperti sedang memegang kartu AS-ku. Ia seperti hendak memegang kendali pertemuan malam ini.

“Tapi yang kami tahu, kaulah yang memimpin sebahagian eks Tentara Nanggroe untuk menentang keputusan wilayah. Kau orang lapangan-nya. Karena keputusan tersebut, kau dan pasukan itu dicap pengkhianat oleh wilayah,” ujar Mustafa.

Perkataannya seperti menusuk ribuan jarum di tubuhku.

“Terlepas benar atau tidak, apakah kau setuju dengan cara-cara peunutoh seperti itu? Apakah kau tahu Pakwa, ada banyak orang-orang sepertimu di barisan Tentara Nanggroe sekarang. Menerima peunutoh dan kemudian disingkirkan setelah dipakai. Kau mungkin bisa menerimanya, tapi aku tidak,” kata Mustafa.

“Aku tak ingin lagi, ada satupun Tentara Nanggroe, jadi korban untuk meraih kekuasaan elit GAM,” kata dia.

[Bersambung]

Baca juga:

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 6

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 7

Tags: Musa AMsang kombatanSang kombatan jilid 2
Previous Post

Nasib Wapres Gibran di Tangan Ketua Umum Partai Politik DPR

Next Post

PMI Kota Banda Aceh dan FK USK Satukan Kekuatan untuk Kesehatan dan Kemanusiaan

Next Post
PMI Kota Banda Aceh dan FK USK Satukan Kekuatan untuk Kesehatan dan Kemanusiaan

PMI Kota Banda Aceh dan FK USK Satukan Kekuatan untuk Kesehatan dan Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

KNPI Aceh: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Kawal Program Prabowo

KNPI Aceh: Pemuda Jangan Jadi Penonton, Kawal Program Prabowo

08/10/2026
Pemuda Pidie Jaya Soroti Kompetensi, Sertifikasi dan Lapangan Kerja, KNPI Aceh Jemput Aspirasi

Pemuda Pidie Jaya Soroti Kompetensi, Sertifikasi dan Lapangan Kerja, KNPI Aceh Jemput Aspirasi

08/10/2026
Gerak Cepat, Dinsos Abdya Tangani Nenek Lansia Tanpa Identitas yang Terlantar di Babahrot

Gerak Cepat, Dinsos Abdya Tangani Nenek Lansia Tanpa Identitas yang Terlantar di Babahrot

08/10/2026
Membanggakan! Bupati Abdya Raih Penghargaan Nasional di Mata Lokal Fest 2025

Membanggakan! Bupati Abdya Raih Penghargaan Nasional di Mata Lokal Fest 2025

08/10/2026
PMI Kota Banda Aceh dan FK USK Satukan Kekuatan untuk Kesehatan dan Kemanusiaan

PMI Kota Banda Aceh dan FK USK Satukan Kekuatan untuk Kesehatan dan Kemanusiaan

08/10/2026

Terpopuler

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 8

08/10/2026

Lansia Terlantar di Jembatan Babahrot Abdya, Puskesmas Kewalahan Dinsos Diminta Bertindak Cepat

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 7

Bupati dan Wabup Pimpin Rapat Percepatan Realisasi TKD dan Bankeu Pemkab Aceh Tengah

Membanggakan! Bupati Abdya Raih Penghargaan Nasional di Mata Lokal Fest 2025

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com