MEUREUDU – Rehabilitasi Jembatan Blang Miroe–Kumba, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, dengan nilai kontrak mencapai Rp2,347 miliar, terus dikebut.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menargetkan pekerjaan tersebut rampung pada akhir November 2026, meski masa kontraknya baru berakhir pada Desember.
Proyek yang bersumber dari APBK-P Pidie Jaya Tahun Anggaran 2026 itu mulai dikerjakan pada 22 September 2026, saat ini progres fisik disebut telah mencapai sekitar 37 persen.
Hal itu dikatakan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie Jaya, Ir. Edi Saputra, S.T., M.T., IPM., ASEAN.Eng., kepada Atjehwatch.com Senin 19 Oktober 2026.
Dikatakan Edi, percepatan pekerjaan dilakukan dengan mengerahkan dua alat berat di lokasi.
“Dikerjakan mulai 22 September, 30 persen progres dengan dua alat berat. Optimis di akhir November selesai walau mati kontrak akhir Desember tahun ini,” kata Edi Saputra saat mendampingi Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi meninjau pekerjaan tersebut, Senin (19/10).
Menurut Edi, penggunaan dua alat berat menjadi bagian dari upaya mempercepat tahapan pekerjaan sehingga penyelesaian fisik tidak harus menunggu hingga batas akhir kontrak.
Jika target tersebut tercapai, rehabilitasi jembatan akan selesai sekitar satu bulan lebih cepat dari masa kontrak. Hal itu sekaligus menjadi indikator bahwa pelaksanaan proyek dikebut sejak awal masa pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi proyek, rehabilitasi Jembatan Blang Miroe–Kumba merupakan kegiatan Bankeu di Kecamatan Bandar Dua dengan nilai kontrak Rp2.347.302.431. Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Bumi Makmur.
Dengan nilai pekerjaan mencapai miliaran rupiah, percepatan tentu bukan satu-satunya ukuran yang perlu diperhatikan. Kualitas konstruksi dan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak juga menjadi faktor penting, terlebih jembatan merupakan infrastruktur vital yang berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat.
Pemerintah daerah dituntut memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, volume dan spesifikasi teknis, sehingga percepatan tidak berujung pada pengurangan mutu pekerjaan.
Target selesai November kini menjadi pekerjaan rumah bagi pelaksana dan Dinas PU Pidie Jaya. Progres 37% per 19 Oktober harus mampu dijaga konsistensinya hingga pekerjaan benar-benar tuntas dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.[Mul]










