MEUREUDU – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPW Partai Aceh (PA) Pidie Jaya. Sekitar 750 warga memadati Gampong Beuneut, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Selasa 20 Oktober 2026.
Pantauan langsung Atjehwatch.com, Lantunan zikir dan doa menggema di tengah pertemuan pengurus PA, KPA, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga. Namun, Maulid kali ini tidak berhenti pada ritual keagamaan. Di balik keramaian, terselip pesan sosial melalui santunan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu.
Senyum anak-anak penerima santunan menjadi pemandangan paling mengesankan. Bingkisan yang diberikan mungkin sederhana, tetapi bagi mereka, perhatian tersebut membawa pesan bahwa kehilangan orang tua tidak berarti kehilangan kepedulian dari lingkungan sekitar.
Di titik inilah Maulid menemukan maknanya. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya dikenang melalui zikir dan doa, tetapi diterjemahkan dalam kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Tradisi Maulid yang mengakar kuat di Aceh kembali mempertemukan tiga hal sekaligus: spiritualitas melalui zikir, persaudaraan melalui silaturahmi, dan kemanusiaan melalui santunan.
Bagi DPW PA Pidie Jaya, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus meneguhkan komitmen terhadap kebersamaan dan kepedulian sosial.
Dari Beuneut, pesan itu terasa sederhana: Maulid bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan, senyum anak-anak yatim menjadi bukti paling sederhana bahwa kepedulian masih memiliki tempat di tengah masyarakat.[Mul]









