Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Pariwisata

Masjid Raya Baiturrahman Bukan Cuma Kebanggaan Masyarakat Aceh

redaksi by redaksi
27/10/2026
in Pariwisata
0
Masjid Raya Baiturrahman Bukan Cuma Kebanggaan Masyarakat Aceh

BANDA ACEH – Masjid Raya Baiturrahman (MRB) bukan sekadar pusat peribadatan umat Islam, melainkan simbol sejarah, identitas, dan ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai ujian zaman.

Hal tersebut disampaikan Tgk. Muchtar Andhika, yang menilai Masjid Raya Baiturrahman memiliki kedudukan istimewa dalam perjalanan sejarah dan peradaban Islam di Aceh.

Menurutnya, masjid yang terletak di pusat Kota Banda Aceh tersebut menyimpan nilai sejarah yang panjang, mulai dari masa Kesultanan Aceh, perjuangan melawan kolonialisme, hingga peristiwa tsunami pada 26 Desember 2004.

Secara historis, pembangunan awal Masjid Raya Baiturrahman kerap dikaitkan dengan masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada 1612 Masehi. Namun, terdapat pula catatan yang mengaitkan sejarah awalnya dengan masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah.

Perjalanan masjid ini juga diwarnai peristiwa pembakaran oleh pasukan kolonial Belanda pada 1873. Masjid tersebut kemudian dibangun kembali dan berkembang menjadi bangunan monumental dengan perpaduan arsitektur Mughal dan unsur lokal Aceh.

Saksi Bisu Tragedi Tsunami 2004

Salah satu peristiwa paling bersejarah yang semakin mengukuhkan kedudukan Masjid Raya Baiturrahman adalah bencana tsunami pada 26 Desember 2004.

Ketika gelombang tsunami menghantam Aceh dan meluluhlantakkan berbagai kawasan, masjid ini tetap berdiri. Kawasannya juga menjadi tempat berlindung bagi sejumlah penyintas yang berusaha menyelamatkan diri dari bencana dahsyat tersebut.

Bagi masyarakat Aceh, peristiwa itu menjadikan Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya simbol religius, tetapi juga pengingat akan besarnya ujian, kekuatan solidaritas, dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ikon Wisata Religi dan Peradaban Islam

Dalam perkembangannya, pemerintah melakukan revitalisasi kawasan masjid pada periode 2015–2017. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah pemasangan 12 unit payung elektrik di pelataran masjid untuk meningkatkan kenyamanan jamaah.

Kini, Masjid Raya Baiturrahman menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Aceh yang dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara.

Tgk. Muchtar Andhika menilai, pengembangan kawasan masjid perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian sejarah, kebersihan, ketertiban, serta kesucian tempat ibadah.

Pengunjung juga diharapkan menghormati aturan yang berlaku, menjaga kesopanan dalam berpakaian, dan tidak mengabaikan fungsi utama masjid sebagai tempat beribadah.

Menurutnya, Masjid Raya Baiturrahman memiliki tiga peran penting yang harus terus dijaga, yakni sebagai warisan sejarah, pusat kegiatan keagamaan, dan simbol ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana.

“Masjid Raya Baiturrahman bukan hanya kebanggaan masyarakat Aceh, tetapi juga pengingat bagi generasi muda agar senantiasa menjaga warisan sejarah, memperkuat nilai-nilai keislaman, dan meneruskan semangat ketangguhan serta persatuan masyarakat Aceh,” demikian pesan yang disampaikan dalam pandangannya mengenai masjid kebanggaan rakyat Aceh tersebut.

Previous Post

Setiap Anak Berhak Bertumbuh: Mewujudkan Lingkungan Inklusif Tanpa Diskriminasi

Next Post

Pembentangan Merah Putih 24 Kilometer, Bupati TRK Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden

Next Post
Pembentangan Merah Putih 24 Kilometer, Bupati TRK Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden

Pembentangan Merah Putih 24 Kilometer, Bupati TRK Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bukti Unggul Teknologi, Dua Santri Al Zahrah Ini Raih Juara 1 Lomba Aplikasi Perkantoran

Bukti Unggul Teknologi, Dua Santri Al Zahrah Ini Raih Juara 1 Lomba Aplikasi Perkantoran

27/10/2026
Pembentangan Merah Putih 24 Kilometer, Bupati TRK Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden

Pembentangan Merah Putih 24 Kilometer, Bupati TRK Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden

27/10/2026
Masjid Raya Baiturrahman Bukan Cuma Kebanggaan Masyarakat Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Bukan Cuma Kebanggaan Masyarakat Aceh

27/10/2026
Setiap Anak Berhak Bertumbuh: Mewujudkan Lingkungan Inklusif Tanpa Diskriminasi

Setiap Anak Berhak Bertumbuh: Mewujudkan Lingkungan Inklusif Tanpa Diskriminasi

27/10/2026
Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 27

27/10/2026

Terpopuler

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

26/10/2026

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

Begini Kata Karo Hukum Soal Bendera Bulan Bintang yang Tak Pernah Berkibar di Kantor Gubernur Aceh

Masjid Raya Baiturrahman Bukan Cuma Kebanggaan Masyarakat Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com