Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Cerbung

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 27

redaksi by redaksi
27/10/2026
in Cerbung
0
Sang Kombatan [Jilid 2]

Gusti menjitak kepala Henky tanpa menoleh ke arah belakang. Ia kesal dengan tuduhan asal dari Henky. Pandangannya masih tetap focus pada Rindu dan Bulek Rani. Kedua sosok itu berpelukan cukup lama. Seperti perasaan seorang ibu menyambut kepulangan anaknya.

“Tapi,..”

“Apa kau pikir aku tak mengenal sepupu-ku sendiri?” ujarnya kemudian dengan nada kesal.

Henky terdiam. “Berarti bukan? Rindu bukan sepupu-mu?” ujar Henky berulangkali guna memastikan. Gusti cuma mengangguk dari arah depan.

Pandangan Henky kemudian kembali mengarah ke arah gerbang masjid. “Lihat, pakaian mereka begitu padu. Perawakan mereka juga mirip. Keduanya seperti sudah lama mengenal,” ujar Henky dengan nada relative pelan. Kali ini ia ragu dengan ucapannya sendiri. Ia takut salah lagi. Bagaimanapun, Henky lebih mengenal silsilah keluarganya dibanding dirinya. Ia hanya beberapa kali bertemu dengan Bulek Rani di rumah Gusti dalam berbagai acara keluarga.

Tidak pernah juga terlihat sosok gadis berparas ayu seperti Rindu.

Namun saat memikirkan sosok Bulek Rani, sebuah teori radikal kembali terlintas di kepala Henky.

“Mungkinkah itu anak haram Bulek-mu?” kata Henky lagi sambil berusaha menutup mulut dengan kedua tangannya.

Mendengar hal ini, Gusti naik pitam. Ia menepi Maxi-Scooter miliknya di sisi jalan serta menghadap Henky dengan wajah kesal sambil menunjuk ke arah sahabatnya itu dengan tangan kanan.

“Kau, kau. Kalau tak bisa bicara baik-baik. Lebih baik tutup mulutmu,” ujar Gusti kesal. Ia kemudian berulang kali mengelus dada guna menenangkan emosi.

Sedangkan Henky cuma tersenyum dengan wajah bias. Kedua tangannya menyatu dengan pose minta maaf.

Gusti balik badan. Ia berlari-lari kecil mendekati Rindu. Jaraknya hanya sekitar 100 meter. Sedangkan Henky mengekor dari belakang.

“Bulek,” sapanya pelan saat mendekat. Sapaan tersebut membuat Rindu terkejut. Demikian juga dengan Rani, tapi ia masih terus merangkul Rindu.

“Bulek Rani kok di sini,” ujar Gusti lagi. Ia mencoba membuat suasana seolah berpas-pasan tanpa sengaja dengan kedua sosok itu.

Kali ini, Rani berpaling ke arah Gusti. Sedangkan Rindu tiba-tiba gugup karena yang menegur adalah seniornya di kampus.

“Aduh, Gusti. Apa kabar? Hampir aja Bulek tidak mengenalmu,” ujar Rani singkat. Tangan kanannya masih memegang jemari Rindu.

“Iya Bulek. Maaf selama ngampus di UGM, jarang ke rumah Bulek,” ujar Gusti dengan pandangan mengarah ke Rindu. Wajah sang gadis terlihat merona dengan bulu mata lentik menggoda. Saat itu, wajah Gusti ikut memerah. Ia ingin bertanya tentang sosok Rindu pada Bulek. Tapi justru mulutnya tergagap.

“Ini,…” ujarnya pelan sambil menunjuk ke arah Rindu.

Bulek Rani tersenyum lebar. Ia mengerti maksud dan tujuan Gusti menyapanya. Ia juga pernah muda.

“Oh, ini anak Bulek,” ujarnya enteng. Raut wajah Rindu terkejut.

Namun perkataan Bulek Rani bagai petir menyambar di kepala Gusti. Ia hampir sempoyongan. “Aku bilang juga apa,” bisik Henky ke telinga Gusti.

[Bersambung]

Baca juga:

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 26

 

 

Tags: Musa AMsang kombatanSang kombatan jilid 2
Previous Post

GLP United Lolos 8 Besar Laser Cup I Abdya usai Menang 1-0 atas Muara Lauser FC

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sang Kombatan [Jilid 2]

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 27

27/10/2026
GLP United Lolos 8 Besar Laser Cup I Abdya usai Menang 1-0 atas Muara Lauser FC

GLP United Lolos 8 Besar Laser Cup I Abdya usai Menang 1-0 atas Muara Lauser FC

27/10/2026
659 Atlet Panahan Berkompetisi, Irwansyah Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Lewat Olahraga

659 Atlet Panahan Berkompetisi, Irwansyah Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba Lewat Olahraga

26/10/2026
KUA Tangan-Tangan Serahkan 20 SKT Majelis Taklim, Hasil Jemput Bola Penyuluh Agama

KUA Tangan-Tangan Serahkan 20 SKT Majelis Taklim, Hasil Jemput Bola Penyuluh Agama

26/10/2026
Libatkan 10 Perguruan Tinggi, PMII Banda Aceh Gelar MAPABA Kolaborasi

Libatkan 10 Perguruan Tinggi, PMII Banda Aceh Gelar MAPABA Kolaborasi

26/10/2026

Terpopuler

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

Dugaan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Pidie Jaya Terbongkar, 265 Liter Disita

26/10/2026

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

Begini Kata Karo Hukum Soal Bendera Bulan Bintang yang Tak Pernah Berkibar di Kantor Gubernur Aceh

Polres Aceh Barat Tahan Perempuan Paruh Baya Tersangka Pengedar Sabu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com