Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

redaksi by redaksi
02/11/2026
in Lintas Timur
0
Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

MEUREUDU – Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya tak hanya merusak rumah, sawah, dan infrastruktur. Sebanyak 81 situs cagar budaya yang tersebar di delapan kecamatan ikut terancam. Warisan sejarah yang menjadi identitas peradaban Aceh itu membutuhkan penyelamatan segera.

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., ME., mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan serius pemerintah pusat untuk menyelamatkan puluhan situs bersejarah tersebut.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Prof. Bambang Wibawarta, M.A., Senin 2 November 2026.

Acara tersebut Dalam rangka konsolidasi Program Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Bidang Kebudayaan Tahun Anggaran 2026.

Menurut Sibral, berdasarkan inventarisasi awal terdapat 81 situs cagar budaya di Pidie Jaya yang membutuhkan perhatian serius akibat dampak bencana.

Salah satu yang paling memprihatinkan adalah Masjid Madinah di Gampong Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua. Masjid yang diperkirakan dibangun sekitar 1623 oleh Teungku Japakeh itu terdampak banjir dengan endapan lumpur setinggi sekitar satu meter, disertai material kayu gelondongan.

Masjid tersebut memiliki nilai sejarah dan arsitektur penting, termasuk ornamen khas pada ambang pintu serta mimbar berhias kaligrafi yang menurut cerita masyarakat berasal dari Madinah.

“Penanganan situs-situs ini tidak boleh ditunda. Lumpur yang semakin mengeras dan ancaman hujan susulan bisa memperparah kerusakan. Kita membutuhkan dukungan pemerintah pusat, tenaga ahli, serta penanganan yang tepat sesuai kaidah pelestarian cagar budaya,” tegas Sibral.

Dalam peninjauan lapangan, rombongan juga melihat Kompleks Makam Kuno Dayah Kruet, Dayah Tgk. Chik Pante Geulima, dan Masjid Tgk. Di Pucok Krueng.

Sibral menegaskan, rehabilitasi pascabencana tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, sementara warisan sejarah justru terabaikan.

“Jangan sampai kita sibuk membangun kembali infrastruktur, tetapi membiarkan sejarah dan identitas daerah hilang akibat bencana. Warisan leluhur ini harus diselamatkan untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Selain situs cagar budaya, Sibral juga menyampaikan persoalan lahan persawahan yang belum dapat ditanami kembali, kerusakan tujuh aliran sungai, serta infrastruktur yang masih rentan jika hujan kembali mengguyur.

Ia berharap Kementerian Kebudayaan segera menindaklanjuti hasil peninjauan melalui kajian ahli, dukungan teknis, pendampingan, dan percepatan rehabilitasi situs terdampak.

Bagi Sibral, penyelamatan 81 situs tersebut bukan sekadar agenda pemulihan pascabencana, melainkan tanggung jawab menjaga identitas dan sejarah Pidie Jaya.

“Sebab, bangunan yang rusak mungkin bisa diperbaiki, tetapi sejarah yang hilang belum tentu dapat dikembalikan,” pungkasnya.[Mul]

Previous Post

Krak, Bareskrim Temukan Ladang Ganja 25 Hektare di Aceh Utara

Next Post

Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai ‘Gelapkan’ Sepeda Motor Mahasiswi

Next Post
Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai ‘Gelapkan’ Sepeda Motor Mahasiswi

Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai 'Gelapkan' Sepeda Motor Mahasiswi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai ‘Gelapkan’ Sepeda Motor Mahasiswi

Pria di Banda Aceh Ditangkap Usai ‘Gelapkan’ Sepeda Motor Mahasiswi

02/11/2026
Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

Ohku, 81 Situs Cagar Budaya Pidie Jaya Terancam, Masjid Berusia 400 Tahun Diterjang Lumpur

02/11/2026
Krak, Bareskrim Temukan Ladang Ganja 25 Hektare di Aceh Utara

Krak, Bareskrim Temukan Ladang Ganja 25 Hektare di Aceh Utara

02/11/2026
Pascabanjir Bandang, Warga Desa Badak Gayo Lues Terbantu 20.000 Liter Air Bersih dari Kementerian PU

Pascabanjir Bandang, Warga Desa Badak Gayo Lues Terbantu 20.000 Liter Air Bersih dari Kementerian PU

02/11/2026
BKMT Aceh Besar Siapkan Pengukuhan Pengurus Cabang di Enam Dapil

BKMT Aceh Besar Siapkan Pengukuhan Pengurus Cabang di Enam Dapil

02/11/2026

Terpopuler

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

Setahun Pascabanjir Besar, 18 Gampong Pidie Jaya Kembali Dikepung Air

01/11/2026

Sembilan Pemuda Terbaik Banda Aceh Resmi Dinobatkan Sebagai Pemuda Pelopor 2026

10 Putra-Putri Tanjong Seulamat Raih Juara MTQ Kabupaten Aceh Besar 2026

Lima Mahasiswa USK Raih Penghargaan Pemuda Berprestasi Aceh 2026

Tolak PT CA: Hentikan Aktivitas Ilegal, Bayar Plasma, Tetapkan Tersangka Korupsi Rp10 Triliun!

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com