Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kesedihan Keluarga Napi Jelang Lebaran dan di Tengah Pandemi Corona

Admin by Admin
22/05/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Ratna (nama samaran-red) sempat mengira bahwa mobil Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh yang parkir di samping rumahnya membawa pulang bebas suami dari penjara. “Saya kira Bapak-bapak ini membawa pulang suami saya,” ungkapnya dengan nada sedikit kecewa, Banda Aceh, Rabu sore (20/5). Sudah dua bulan ini ia tidak diperbolehkan menjenguk suaminya demi mencegah virus corona.

Kedatangan Tim ACT Aceh dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh bersama perwakilan Kemenkumham Aceh sendiri untuk memberikan bantuan beras, perlengkapan sekolah, dan uang tunai kepada Ratna dan anak-anaknya.

Ratna kini berjuang keras demi menjaga dapurnya agar tetap berasap. Ia berdagang kecil-kecilan di depan rumah dan membuka usaha laundry. “Saya sangat bersyukur adanya bantuan ini. Akhirnya saya bisa membelikan pakaian baru hari raya untuk anak-anak saya,” lanjutnya.

Ratna berusaha tegar mengisahkan untaian cerita mengapa suaminya bisa masuk ke dalam sel. Awalnya, keluarga mereka baik-baik saja. Namun, sang suami tergiur ajakan melakukan tindakan kriminal agar bisa melunasi utang rumah. Tidak berselang lama melakukan tindakan terlarang, ia tertangkap polisi. Vonis penjara 8 tahun lebih dijatuhkan hakim. Dua tahun lebih sudah ia menjalani masa tahanan.

Di lokasi berbeda, sambil memeluk putri kecilnya, Fitri (nama samaran – red) tidak bisa lagi membendung air matanya, mengalir deras membasahi pipi tatkala menceritakan kondisi keluarganya kepada tim ACT Aceh, MRI Banda Aceh, dan perwakilan Kemenkumham Aceh saat mengunjunginya.

Fitri adalah salah seorang perempuan yang tengah berjuang menafkahi anaknya seorang diri. Suaminya ditangkap polisi akibat tersandung sebuah kasus. Kini ia tinggal bersama ibunya. Penghasilannya setiap minggu hanya Rp 80.000 dari jasa menyetrika pakaian di dua rumah warga. Ia berhemat sebisa mungkin dengan uang tersebut.

Beberapa waktu lalu ia pernah mencoba usaha menjual sayur dengan membuka lapak berupa meja seukuran meja sekolah di depan rumah. Namun ia terpaksa berhenti. “Sayur dagangan saya tidak laku. Modal pun tidak ada,” ujarnya yang lulusan D3 di salah satu perguruan tinggi di Aceh.

Kesedihannya semakin menguat selama dua bulan ini. Ia tidak diperbolehkan menjenguk sang suami karena penerapan tindakan pencegahan corona. Sementara putrinya terus meminta agar bisa bertemu dengan sang ayah yang sudah menjalani masa tahan 2 tahun lebih dari vonis 8 tahun.

Melihat kondisi Fitri, orang di sekitarnya ikut merasa iba. Terkadang orang sekelilingnya memberikan bantuan. Masyarakat tidak pernah menjatuhkan stigma negatif kepadanya meskipun sang suami telah berada di balik jeruji besi.

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail berharap agar bantuan yang diberikan Kemenkumham Aceh melalui ACT Aceh dapat bermanfaat. “Bu, anak-anak ini perlu dijaga agar tidak tercemar dengan lingkungan negatif,” pungkasnya.

Ia menuturkan, kesilapan orang tua tidak boleh diturunkan kepada anak-anaknya. Maka, sudah seyogianya kita membantu anak-anak seperti itu agar mereka menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan agama. “Ayo kita peduli kepada mereka. Kita rangkul agar mereka merasa memiliki bahwa ternyata orang di sekitar masih peduli,” imbuhnya.

Previous Post

Wasiet (108)

Next Post

Imam Juaini; Sosok Dibalik Saleum Group Ditee Lee Kaphe

Next Post
Imam Juaini; Sosok Dibalik Saleum Group Ditee Lee Kaphe

Imam Juaini; Sosok Dibalik Saleum Group Ditee Lee Kaphe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

10/04/2026
Hemat BBM, Pemkab Aceh Barat Terapkan Aturan Bersepeda ke Kantor

Hemat BBM, Pemkab Aceh Barat Terapkan Aturan Bersepeda ke Kantor

10/04/2026
Irmawan Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

Irmawan Dorong Percepatan Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

10/04/2026
BPBD Simeulue Kerahkan Bantu Warga Terdampak Banjir

Warga Pidie Jaya Aceh Kembali Mengungsi Akibat Banjir

10/04/2026
Illiza Terbitkan Surat Edaran WFO–WFH untuk ASN

Illiza Terbitkan Surat Edaran WFO–WFH untuk ASN

10/04/2026

Terpopuler

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

09/04/2026

JKA; Diluncurkan Masa Irwandi, Ditiru Nasional, Serta ‘Dipangkas’ Era Mualem

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Bupati Sibral Salurkan Jadup untuk 15.377 Jiwa Warga Pidie Jaya

Polda Ambil Alih Kasus Dugaan Penganiayaan Wabup Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com