BANDA ACEH – Pilkada Aceh masih akan berlangsung dua tahun lagi. Namun sejumlah kandidat mulai bermunculan dan jadi pembicaraan di media sosial dan Warkop-Warkop Aceh.
Terbaru, kabarnya, Partai SIRA akan mengusung pasangan Muhammad Nazar-Haji Uma sebagai Cagub-Cawagub Aceh di pilkada 2022 nanti. Meski partai SIRA, Muhammad Nazar dan Haji Uma, sendiri belum mau mengkonfirmasi kebenaraan informasi tersebut. Nazar dan Haji Uma masih menutup rapat informasi tersebut.
Di antara sejumlah kandidat yang muncul, baru Mualem Muzakir Manaf, yang menyatakan kembali maju ke Pilkada 2022.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mualem saat melantik Pengurus KONI Abdya masa bhakti 2018-2022 di Grand Lauser Blangpidie, Aceh Barat Daya, Sabtu malam 7 September 2019 lalu.
“Kedepan saya akan maju, sebagai Calon Gubernur Aceh Pilkada 2022,” kata Mualem yang disambut tepuk tangan oleh ratusan pengurus KONI Abdya dan tamu undangan yang hadir.
Isu politik memang terbilang seksi di Aceh. Biarpun pesta rakyat tersebut baru akan berlangsung dua tahun lagi, jika merujuk pada rapat Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu.
Sosok Mualem sendiri memiliki peluang besar di pilkada 2022 nanti. Konon lagi, sosok Irwandi Yusuf, kini mendekam di penjara pulau Jawa. Padahal, sosok itu adalah pesaing terberat Mualem selama dua pilkada terakhir.
Di pilkada 2012, Doto Zaini-Mualem mampu mengalahkan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan di pilkada 2012. Kemudian hasil terbalik terjadi pada pilkada 2017 lalu, Irwandi-Nova lebih unggul dari Mualem-TA Khalid.

Irwandi sendiri ditangkap KPK setelah hampir setahun memimpin Aceh. Kini roda pemerintahan beralih ke tangan Nova Iriansyah dengan status plt gubernur.
Namun muluskah jalan Mualem tanpa Irwandi di pilkada 2022 nanti? Jawabnya belum tentu.
Mualem sendiri, berdasarkan informasi yang diperoleh atjehwatch.com, kini lebih bijak dalam memilih calon wakil untuk persiapan 2022 nanti.
“Dulu, Mualem ngotot jika wakilnya harus TA Khalid. Ini yang kemudian membuat partai koalisi tidak bekerja. Kali ini, Mualem menyerahkan penuh calonnya pada partai pengusung,” ujar sumber atjehwatch.com.
Namun di pilkada 2022 nanti, Mualem bukan tanpa pesaing. Meski penantang kuatnya bukan lagi Irwandi, tapi ada sejumlah nama besar yang digadang-gadang bakal menjadi kuda hitam di 2022 nanti.
Ada nama Tusop dari barisan ulama yang kabarnya siap menyemarakan pilkada Aceh. Sosok ulama kharismatik ini kabarnya akan berpasangan dengan Nasir Djamil. Untuk posisi nomor satu dan dua masih bisa tertukar.

Kemudian ada Nova Iriansyah yang kabarnya juga bakal kembali maju sebagai Cagub Aceh di pilkada 2022 nanti. Sebagai plt gubernur, Nova dinilai memiliki amunisi yang cukup kuat untuk bersaing. Sementara untuk calon wakil, Nova disebut-sebut mulai menjaring sejumlah nama besar di Aceh, mulai tokoh perempuan seperti Illiza, tokoh muda Aceh yang juga senator DPD RI Fadhil Rahmi juga dikabarkan masuk daftar, serta bupati dua periode di pesisir timur yang sebelumnya diusung Partai Aceh.
Kemudian ada nama Zakaria Saman atau Apa Karya yang dikabarkan siap kembali maju di pilkada 2022 nanti. Namun untuk pendamping, Apa Karya kabarnya masih menyensor beberapa nama.
Terbaru, ada nama Muhammad Nazar, selaku mantan aktifis referendum Aceh dan Wagub periode pertama yang kabarnya bakal berpasangan dengan Haji Uma sebagai Cagub Cawagub Aceh.

Pasangan terakhir mendapat atensi yang luar biasa di media sosial selama sepekan terakhir. Ini karena Haji Uma selama ini dinilai memiliki citra positif di mata masyarakat Aceh.
Kedepan, nama-nama baru kemungkinan besar, akan terus muncul. Meski masih lama, namun isu pilkada 2022 terus menggelinding di Aceh.










