Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sejarah

Cerita Kabut Asap dan Jatuhnya Suharto

redaksi by redaksi
23/09/2019
in Sejarah
0

KABUT asap bukanlah cerita baru di Indonesia. Kebakaran hutan terdahsyat pernah terjadi pada pertengahan 1997.

Konon, kebakaran hutan pada 1997, merupakan salah satu kebakaran hutan terbesar dalam dua abad terakhir.

Dari berbagai sumber disebutkan, pada pertengahan 1997, kebakaran hutan di Indonesia mulai berdampak pada negara-negara tetangganya, seperti Malaysia dan Singapura. Angin meniupkan kabut asap ke Malaysia dan Singapura.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir bin Mohamad, pernah berusaha menyelesaikan masalah ini dengan mengirim tim Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (Dinas Pemadam Kebakaran dan Basarnas Malaysia) ke Indonesia dalam Operasi Haze. Operasi ini dilakukan untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap ekonomi Malaysia.

Kabut asap dari Indonesia sempat menyebabkan PDB Malaysia turun sebesar 0,3 persen. Kabut dan kebakaran mereda saat musim hujan pada awal Desember, tetapi terjadi kembali saat musim kemarau.

Kerugian total diperkirakan sekurang-kurangnya mencapai US$4,47 miliar. Kerugian terbesar dialami oleh Indonesia. Angka ini tidak termasuk kerugian yang sulit diukur atau dinilai dalam uang seperti korban jiwa, penyakit jangka panjang, dan musnahnya keragaman hayati.

Kebakaran hutan di Indonesia tahun 1997 diperkirakan melapaskan antara 0,81 sampai 2,57 gigaton karbon ke atmosfer, kurang lebih 13-40% emisi karbon dioksida tahunan dari bahan bakar fosil.

Kabut asap menjadi isu sentral saat itu. Keadaan dalam negeri ini kian diperparah dengan krisis moneter yang melanda Indonesia. Bahkan krisis itu menerjang juga sektor krisis ekonomi.

Dari berbagai sumber disebutkan, pada 8 Oktober 1997, presiden Suharto meminta bantuan IMF dan Bank Dunia untuk memperkuat sektor keuangan dan menyatakan badai pasti berlalu. Kemudian pada 29 November 1997, presiden minta seluruh rakyat tetap tabah dalam menghadapi gejolak krisis moneter. Di akhir 1997, harga rupiah terhadap dollar berada di angka, kurang lebih Rp14 ribuan.

Selain kabut asap dan krisis moneter, keamanan nasional juga menjadi sorotan penting di 1997. Dimana, pemberontakan GAM di Aceh dan krisis Timor Lester mencapai puncaknya pada tahun tersebut.

Keadaan kian diperparah dengan adanya demontrasi mahasiswa dan buruh tani di sejumlah daerah yang menuntut reformasi.

Presiden Suharto lengser pada 21 Mei 1998. Nilai terburuk rupiah mengalami tekanan saat krisis 1998 sebesar Rp 16.650.

Kini setelah 22 tahun berlalu, kebakaran hutan terparah kembali menimpa Indonesia. Kebakaran hutan ini konon lebih parah dari 2005. Kasus kabut asap Indonesia kembali membuka memori 1997.

Kabut asap dari kebakaran Indonesia turut membuat darurat pernafasan di Singapura dan Malaysia. Sejumlah sekolah di Malaysia dan Singapura sempat ditutup karena asap kiriman Indonesia. Aceh dan sebahagian besar provinsi di Sumatera, juga terkena imbas asap kiriman Riau dan Kalimantan ini.

Entah kebetulan atau tidak, pada saat yang hampir bersamaan, kerusuhan di Papua juga memanas di akhir 2019 ini. Terbaru, sejumlah dilaporkan meninggal karena demontrasi yang berakhir ricuh.

Sama seperti 1997, demontrasi mahasiswa juga sedang memanas di seluruh provinsi di Indonesia, walaupun tak muncul di media massa. Demontrasi ini mencuat pasca pengesahan RUU KPK serta RUU KUHP.Sementara nilai rupiah mencapai Rp14.150 perdollar pada 23 September 2019.

Lagi-lagi, entah kebetulan atau tidak, ada empat kesamaan situasi saat ini seperti 1997, yaitu kabut asap, demontrasi mahasiswa, isu utang luar negeri, serta konflik di daerah seperti Papua. Apakah ini alarm bagi Presiden Jokowi?

 

 

 

Tags: jokowikabut asapsuharto
Previous Post

Polres Aceh Timur Bagikan 1000 Masker ke Pengguna Jalan

Next Post

Idrus TM Pimpin Perolehan Suara Calon Ketua DPW PA Aceh Selatan

Next Post

Idrus TM Pimpin Perolehan Suara Calon Ketua DPW PA Aceh Selatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

Tim PKMBGB dan KKN Tematik USK Serahkan 15 Komposter Aerob

27/09/2026
Tim PKMBGB USK Perkuat Kelembagaan ProKlim Alue Deah Teungoh Bersama ACCI USK dan DLHK3 Banda Aceh

Tim PKMBGB USK Perkuat Kelembagaan ProKlim Alue Deah Teungoh Bersama ACCI USK dan DLHK3 Banda Aceh

27/09/2026
HT Ibrahim Tutup Turnamen U-12 dan U-15: Saatnya Talenta Muda Aceh Naik Kelas

HT Ibrahim Tutup Turnamen U-12 dan U-15: Saatnya Talenta Muda Aceh Naik Kelas

27/09/2026
Dosen Psikologi Unimal Perkuat Kapasitas Pendamping Korban Kekerasan di Aceh Utara

Dosen Psikologi Unimal Perkuat Kapasitas Pendamping Korban Kekerasan di Aceh Utara

27/09/2026
Plt. Sekda Aceh Tengah: Pengunduran Diri Jauhari Diproses Sesuai Ketentuan

Plt. Sekda Aceh Tengah: Pengunduran Diri Jauhari Diproses Sesuai Ketentuan

27/09/2026

Terpopuler

Cerita Kabut Asap dan Jatuhnya Suharto

23/09/2019

Hasan Basri Bongkar APBK, Pemerintah Bukan Milik Toke

Ditantang Mundur, Hasan Basri: Laporkan Saya ke Mendagri

Sibral Balik Hantam Tudingan Hasan: Tak Hadir Bukan Tak Dilibatkan

Dipercaya Jadi Khatib di Kampung Sendiri, Dua Santri Al Zahrah Buktikan Hasil Didikan Pesantren

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com