Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Komisi VI DPR Aceh Minta Pemerintah Pastikan Proses Pendidikan Pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

Admin1 by Admin1
09/07/2020
in Nasional
0

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan telah menjadwalkan proses pendidikan belajar mengajar di sekolah untuk tahun ajaran baru 2020/2021 akan dilaksanakan mulai 13 Juli 2020. Dan kabar tersebut disambut baik oleh masyarakat.

Namun disisi lain khususnya para wali siswa masih khawatir dengan kondisi sekarang. Dimana pandemi covid 19 masih ada dan belum bisa diprediksikan kapan akan berakhirnya.

“Untuk itu kami meminta pemerintah Aceh agar dapat memastikan proses pendidikan tersebut sudah harus berjalan dengan maksimal di tahun ajaran baru ini,”kata Ketua Komisi VI DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah, Kamis (09/07/2020).

Irawan mengatakan ada dua hal yang perlu diperhatikan kepastiannya itu, pertama sistem pendidikan dan kedua kebutuhan anggarannya.

Ia menjelaskan untuk sistem pendidikan tentunya harus disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19. Sekolah dengan sistem tatap muka maka protokol kesehatan akan menjadi prioritas utama.

Adapun bagi sekolah yang masih belajar secara daring atau belajar dari rumah, diharapkan materinya harus lebih serius supaya anak-anak bisa memanfaatkan waktu secara maksimal.

“Dari hasil evaluasi Komisi VI DPR Aceh ke 10 Kabupaten/Kota beberapa waktu lalu tentang persiapan belajar di era new normal, kami menemukan banyak sekolah yang tidak mempunyai anggaran yang cukup untuk melangsungkan proses pembelajaran. Maka kebutuhan anggaran menjadi hal terpenting juga untuk dipastikan ketersediaan alokasinya,” kata Irawan.

Politis PKS ini menjelaskan selama ini banyak sekolah yang mengandalkan dana BOS untuk operasional di sekolahnya. Akan tetapi dana BOS yang tersedia di sekolah tidaklah cukup untuk mengadakan alat-alat sesuai protokol kesehatan mekanisme proses pembelajaran tatap muka pada masa ‘new normal’ pandemi Covid-19 seperti adanya tempat cuci tangan, termo Gan, masker dan keperluan lainnya.

“Kami minta pemerintah untuk segera menyediakan anggaran penunjang pendidikan di masa pandemi ini. Sehingga sekolah bisa fokus dan proses belajar mengajarnya pun dapat berlangsung maksimal,” tegas Irawan.

Mantan anggota DPRK Aceh Besar periode 2004-2019 ini menambahkan pada forum pertemuan dengan pemerintah Aceh tanggal 25 Juni 2020 dan 6 Juli 2020 di Dinas Pendidikan Aceh yang membahas tentang kesiapan pembelajaran di masa new normal, dirinya juga telah mengingatkan pemerintah agar anggaran tersebut bisa diprioritaskan pada plot dana Gugus Covid-19 Pemerintah Aceh atau dapat segera dialokasikan dalam APBA Perubahan (APBA P) tahun 2020.

“Dalam forum itu saya telah menyampaikan agar dana BOS itu jangan sampai dikeroyok penggunaannya kepada pogram pemerintah yang tidak terlalu urgent seperti program BEREH. Masak pemerintah buat pogram BEREH tapi tidak diplot anggarannya dalam APBA sebelumnya,” ungkap Irawan

Anggora DPRA Dapil 1 ini berharap agar pemerintah Aceh lebih serius dan pro aktif dalam menangani dan mensikapi masalah tersebut. Dengan demikian sekolah tidak merasa terbebani dan proses pendidikan pun akan berjalan lancar.

“Jadi harapan kami yang terpenting dan utama adalah agar proses pendidikan untuk anak-anak kita di Aceh dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Sehingga nantinya akan melahirkan generasi yang cerdas dan handal. Nyan baro bereh (itu baru bagus),”  kata Tgk Irawan Abdullah.

Tags: acehdpr acehIrawan Abdullah
Previous Post

Tiga Tahun Pimpin Bener Meriah, Kekayaan Abuya Sarkawi Hanya Rp901 Juta

Next Post

Hasil Tes Rapid, 65 Pegawai Pemprov Aceh Reaktif Covid-19

Next Post
Petugas Kesehatan Puskesmas Kopelma Rapid Test ODP Covid-19

Hasil Tes Rapid, 65 Pegawai Pemprov Aceh Reaktif Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dua Pemkab di Aceh Gelar Cash for Work Percepatan Pemulihan

Dua Pemkab di Aceh Gelar Cash for Work Percepatan Pemulihan

30/03/2026
Penyegaran Birokrasi, Bupati Al- Farlaky Lantik 145 Pejabat Administrator dan Pengawas

Penyegaran Birokrasi, Bupati Al- Farlaky Lantik 145 Pejabat Administrator dan Pengawas

30/03/2026
Krak, Banda Aceh Jadi Kota Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

Krak, Banda Aceh Jadi Kota Pertama Serahkan LKPD 2025 ke BPK

30/03/2026
Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Enam WN Pakistan

30/03/2026
Distan Aceh Utara Intensifkan Sawah Tak Terdampak Bencana

Distan Aceh Utara Intensifkan Sawah Tak Terdampak Bencana

30/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Rumah Warga Abdya di Banda Aceh Dijarah Maling, Warga Minta Polisi Serius

Demokrat Aceh Besar “Pasang Badan”: Nurdiansyah Alasta Loyal, Pemersatu, dan Layak Pimpin Demokrat Aceh

Komisi VI DPR Aceh Minta Pemerintah Pastikan Proses Pendidikan Pada Tahun Ajaran Baru Berjalan Maksimal

[Opini] Sinkronisasi Antara Logika & Retorika

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com