Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Sepenggal Tanya di Gerbang Jantong Hate Rakyat Aceh

Admin by Admin
26/07/2020
in Opini
0

Oleh: Asnawi Zainun,Tokoh Aceh Besar.

Banda Aceh- Ini gambar gerbang barat Kopelma Darussalam di malam hari. Meski nampak kurang terawat, namun tetap terlihat gagah, indah dan anggun.
Photo: Wahed Darusalam Photo: Wahed Darussalam
Jika diamati, sepertinya arsitektur bangunan gerbang ini mengadopsi gaya bangunan Pintô Khôp dan Gunöngan, dua bangunan masa keurajaan Aceh Darussalam yang kini dapat dipandang sebagai “Monumen Cinta” Sultan Iskandar Muda dan sang Permaisuri Putri Kamaliah atau Putroe Phang.

Bangunan pintu gerbang kopelma Darussalam ini dibangun melintas di atas ruas jalan utama yang menghubungkan pusat kota Banda Aceh dengan beberapa kecamatan di Aceh Besar terutama kecamatan Darussalam dan Kuta Barô. Jika tidak salah pembangunan dilakukan pada tahun 2003 atas inisiatif dan anggaran Universitas Syiah kuala.

Dalam rentang sejarah panjang, ruas jalan ini merupakan salah satu ruas jalan tertua di ibukota kerajaan Bandar Aceh Darussalam. Jauh lebih tua dari usia kampus Darussalam yang dibangun pada tahun 1959. Jalan inilah yang menjadi sarana penghubung antara ibukota Bandar Aceh Darussalam dengan wilayah Ulè Balang IX Mukim Tungkob dan Ulè Balang III Mukim Lamraboe dan sekitarnya.

Pada masa pendudukan Belanda, di ujung timur jembatan Lamnyong, atau dalam nama lokal disebut kawasan Paya Bieng, dibangun rumah kediaman Panglima Sagoe XXVI Mukim Teuku Nyak Arief bin Teuku Nyak Banta.

Orang-orang tua dahulu menceritakan, jika rakyat jelata dari IX Mukim Tungkob dan sekitarnya melintas di depan rumah sang Panglima Sagoe itu, baik penjalan kaki, berkuda atau bersepeda harus turun membungkukkan badan pertanda takzim.

Pembangunan gerbang kampus yang memotong di atas badan jalan penghubung antara beberapa kecamatan di Aceh Besar dengan kota Banda Aceh itu, terkadang menimbulkan sepenggal pertanyaan di lubuk hati masyarakat sekitar. Di tengah semakin mengentalnya egoisme kepemimpinan kampus saat ini, akankah suatu waktu gerbang ini ditutup untuk akses masyarakat sekitar. Padahal masyarakat sekitar telah menggunakan jalan ini jauh sebelum Kopelma Darussalam di bangun.

Tentunya, kita sangat mengharapkan penutupan akses itu tidak akan terjadi, dan tidak akan pernah terjadi, sebab jika terjadi, maka dapat dipastikan akan menimbulkan gejolak yang panas dan meluas di tengah tengah masyarakat.

“pantang peudeung meubalék sarông
pantang reuncông meubalék mata
pantang ureung jipeukabèh kawôm
tulông teumulông bila meubila-bila”

Namun, yang kita harapkan, justru gerbang si Jantông Haté berkenan menebar cinta. Ya, ketika mengadopsi bangunan Pintô Khôp dan Gunöngan, maka semestinya semangat yang mengental di kampus Darussalam adalah semangat cinta dan kasih sayang, bukan dengki dan kebencian. Semangat kebersamaan bukan semangat perpecahan..! Semoga..! []

Previous Post

Berburu Durian Lamno Super Langsung ke Kebun Warga

Next Post

Cerita Qari Aceh Diundang Erdogan Lantunkan Alquran di Hagia Sophia

Next Post
Cerita Qari Aceh Diundang Erdogan Lantunkan Alquran di Hagia Sophia

Cerita Qari Aceh Diundang Erdogan Lantunkan Alquran di Hagia Sophia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

05/08/2026
Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

Musda Demokrat Aceh Resmi Dibuka, Perebutan Kursi Ketua DPD Dimulai

05/08/2026
Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

Forkopemras Aceh Selatan Minta Peserta Seleksi JPT Pratama Andalkan Kompetensi dan Integritas, Bukan Kedekatan

05/08/2026
Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

Wakil Rektor USK Harap PPG USK Lahirkan Guru Profesional dan Religius

05/08/2026
Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

Eksekusi Putusan Inkracht, Kejari Pidie Jaya Lelang Solar dan iPhone Secara Terbuka

05/08/2026

Terpopuler

Sepenggal Tanya di Gerbang Jantong Hate Rakyat Aceh

26/07/2020

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Kejari Pidie Jaya Lelang 1.296 Liter Solar dan iPhone Rampasan Negara, Eksekusi Aset Hasil Putusan Berkekuatan Hukum Tetap

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com