Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Plt Gubernur: Kekhawatiran Resesi Ekonomi Perlu Diperhatikan Semua Pihak

Atjeh Watch by Atjeh Watch
29/07/2020
in Ekonomi
0

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi di tengah merebaknya pandemi covid-19 adalah salah satu hal terpenting yang perlu diperhatikan oleh semua pihak tak terkecuali pemerintah Aceh.

“Dalam kondisi ini kita harus antisipatif. Semua negara bahkan pada skala provinsi akan mengunci dirinya. Tidak ada barang yang keluar,” kata Nova dalam sebuah diskusi terkait arah ekonomi Aceh paska ditetapkan sistem normal baru, di Kampus Ekonomi Unsyiah, Selasa 28/07.

Resesi ekonomi adalah kondisi perekonomian sebuah wilayah yang kondisi ekonomi masyarakatnya memburuk. Ditandai oleh berkurangnya produksi, melemahnya pendapatan, meroket atau merosotnya harga barang, dan bertambahnya pengangguran. Berbagai negara yang terpapar covid dihantui resesi ekonomi. Dua di antara negara yang masuk dalam jurang resesi ini adalah Singapura dan Korea Selatan.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), sebuah badan di bawah PBB telah mengeluarkan peringatan bahwa krisis pangan akan menghantui dunia. Namun demikian, Nova yakin Aceh akan mempu melawan dampak krisis pangan tersebut.

Untuk menghadapi kekhawatiran resesi ekonomi yang salah satunya adalah krisis pangan, butuh sebuah manajemen yang baik. Dalam hal ini, kebijakan pemerintah menjadi hal utama. Jika resesi terjadi, akan memunculkan konsisi kerawanan sosial.  Di mana basic insting dari manusia akan keluar ketika resesi terjadi.

“Kondisi seperti ini haruslah kita respon dengan kerja kolaboratif dan saling suporting,” kata Nova. Kebijakan yang sporadis pun kadang harus ditempuh oleh pemerintah untuk menghindari terjadinya resesi ini.

Salah satu yang telah ditempuh Pemerintah Aceh adalah meresmikan gerakan Aceh Mandiri Pangan atau Gampang. Gerakan ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung percepatan penanganan dampak covid-19 di Aceh.

“Kita kolaboratif, bersatu dan dukung pemerintah sama-sama menangani covid. Tidak ada angka-angka yang bisa kita banggakan. Yang penting rakyat harus punya sense of crisis. Saling percaya dan saling menjaga. Semua pihak menahan diri untuk keluar dari pakem yang tidak terkendali ini,” kata Nova lagi.

Keyakinan Nova bahwa Aceh akan mampu melawan hantu resesi diamini oleh Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis. Ia mengatakan Aceh dengan komoditas yang ada akan mampu menghadapi krisis pangan kalaupun itu terjadi di Indonesia.

“Aceh adalah sumber pangan. Kalau pun terjadi (krisis pangan) saya yakin Aceh bisa survive,” kata Zainal Arifin.

Zainal Arifin dalam makalahnya terkait peluang ekonomi Aceh, menyebutkan Aceh punya keunggulan pada tiga subsektor yaitu pertanian, perikanan dan tourism. Peningkatan perekonomian pada ketiga hal ini perlu diintervensi pemerintah, karena di situlah kantong kemiskinan terjadi.

“Kantong pekerjaan sebagian besar orang Aceh ada di tiga tempat itu. Karenanya pengembangan pada tiga subsektor itu bisa membuat Aceh menjadi daerah yang mandiri,” kata Zainal Arifin.

Zainal menyebutkan pemerintah harus mulai mengubah struktur ekonomi yaitu menfokuskan pada tiga sektor tersebut. “Lakukan pengembangan ekonomi terintegrasi dengan komoditi unggulan Aceh yang laku di pasar nasional dan internasional,” kata dia. Selain itu, optimalisasi anggaran juga perlu dilakukan.

 

Previous Post

Bertambah Lagi, 6 Warga Bener Meriah Positif Covid-19

Next Post

Enam Hari Operasi Patuh Seulawah, Polres Aceh Tengah Tindak 122 Pelanggar Lalu Lintas

Next Post
Enam Hari Operasi Patuh Seulawah, Polres Aceh Tengah Tindak 122 Pelanggar Lalu Lintas

Enam Hari Operasi Patuh Seulawah, Polres Aceh Tengah Tindak 122 Pelanggar Lalu Lintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Andri Nofidar Ditetapkan Sebagai Kacabdisdik Abdya Gantikan Irma Suryani

Andri Nofidar Ditetapkan Sebagai Kacabdisdik Abdya Gantikan Irma Suryani

12/05/2026
Irwansyah ST Terima Audiensi Asosiasi Nasyid Nusantara

Irwansyah ST Terima Audiensi Asosiasi Nasyid Nusantara

12/05/2026
Ketua Komisi IV DPR Aceh Dorong Pemerintah Pusat Bentuk Balai Kereta Api di Aceh

Ketua Komisi IV DPR Aceh Dorong Pemerintah Pusat Bentuk Balai Kereta Api di Aceh

12/05/2026
Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

Temui Kepala BPS Aceh, Darwati Soroti Banyak Warga Tidak Mampu Masuk dalam Desil 8 hingga 10

12/05/2026
Kemenag Aceh Besar Sabet Dua Penghargaan Tarbaik I Anugerah KHA 2026

Kemenag Aceh Besar Sabet Dua Penghargaan Tarbaik I Anugerah KHA 2026

12/05/2026

Terpopuler

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

06/05/2026

“Awak Tolak Pergub JKA Ureung Taloe, Tim Om Bus-Syech Fadhil…”

Mualem Diminta Copot Sekda dan Ketua DPR Aceh

Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

Sudah 20 Hari, Pelajar Asal Trienggadeng Menghilang Tanpa Kabar

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com