Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Touring Moge pada Peringatan Damai Aceh Bukti Pejabat Egois dan Melukai Hati Rakyat

Admin by Admin
12/08/2020
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Kegiatan hari damai Aceh  ke 15 yang dilaksanakan oleh Badan Reintegrasi Aceh (BRA) dengan rencana melakukan tour menggunakan Motor Gede (Moge) dinilai berlebihan dan di luar konteks.

Apalagi yang akan melakukan tour tersebut adalah kalangan orang kaya dari komunitas Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) yang pelaksanaannya selama 3 hari mulai 12 hingga 14 Agustus 2020.

Hal itu disampaikan salah seorang korban konflik Aceh, Ali kepada Atjehwatch.com, Rabu (12/8/2020).

Menurut Ali, kegiatan tersebut hanyalah hura-hura dan menghambur-hamburkan uang saja dengan mengalokasikan anggaran hingga Rp.305,663,796 juta yang bersumber dari APBA yang notabene adalah uang rakyat Aceh.

“Program tersebut sangat melukai hati rakyat Aceh terurama korban konflik,” tuturnya.

Ali menambahkan, alasan yang dikemukakan oleh Ketua BRA Aceh bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengenalan Aceh keluar derah dan dunia serta sebagai pengenalan wisata, ini malah semakin mengada-ada dan BRA sudah keluar dari tujuan pembentukannya yaitu untuk memikirkan keadilan bagi mantan kombatan dan korban konflik serta masyarakat Aceh secara umum sudah jauh melenceng nampaknya.

“Soal pengenalan Aceh yg sudah damai ke dunia luar itu hanya alsan kamuflase mereka saja, demikian juga alasan promosi wisata Aceh, padahal itu sudah ada institusi yang memiliki tupoksi melakukannya,” tanya Ali.

Untuk Ali meminta BRA seharusnya lebih memfokuskan pemikiran dan kegiatannya pada bagaimana Aceh pasca konflik mendapatkan keadilan dan memutus mata rantai potensi konflik lanjutan ke depan.

“Ini malah sudah nyeleneh ke hal-hal yang tidak substantif,” cetusnya.

“Kalaupun mau membuat acara memperingati hari perdamaian Aceh sebagaimana dimaksud, seharusnya berkolerasi dengan semangat perdamaian itu sendiri, bukan malah membuat kegiatan yang terkesan menari-menari di atas luka rakyat Aceh dengan menggunakan dana anggaran reintegrasi tersebut,” timpal Ali.

Menurutnya, terlalu banyak yang harus dikatakan jika menyikapi apa yang dilakukan oleh BRA tersebut.

“Intinya kita sebagai korban konflik sangat menyesalkan dan menolak serta mengecam program yang demikian, karena tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat Aceh yang hingga saat ini masih menunggu rasa keadilan atas konflik yang pernah terjadi yang akhirnya berujung dengan damai,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya selaku korban konflik berharap kepada para petinggi di Aceh tidak usah bersikap dan berlaku aneh-aneh di saat Aceh masih harus berjuang untuk keadilan pasca MoU Helsinky dengan berbagai ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat atas realisasi MoU dan implementasi UUPA selama ini.

“Apalagi kondisi saat ini di tengah keresahan dan kegelisahan rakyat oleh dampak pandemi covid-19 ini yang tidak ada kepastian kapan berakhir. Semestinya semua pihak peka dengan kondisi ini,” tutupnya.

Previous Post

Pasien Positif Covid-19 Bener Meriah yang Diisolasi Tinggal 4 Orang

Next Post

Hj. Asmidar: Semoga Bupati Aceh Singkil dan Istri Segera Diberi Kesembuhan

Next Post
Hj. Asmidar: Semoga Bupati Aceh Singkil dan Istri Segera Diberi Kesembuhan

Hj. Asmidar: Semoga Bupati Aceh Singkil dan Istri Segera Diberi Kesembuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HT Ibrahim: Anggaran BNN Aceh Kecil, Habis untuk Gaji dan Operasional Terbatas

HT Ibrahim: Anggaran BNN Aceh Kecil, Habis untuk Gaji dan Operasional Terbatas

28/10/2026
Pemkab Nagan Raya Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026

Pemkab Nagan Raya Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026

28/10/2026
Disdukcapil dan Dinas Sosial Abdya Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan

Disdukcapil dan Dinas Sosial Abdya Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan

28/10/2026
Reses di Peunayong, Zidan Al Hafidh Tampung Aspirasi Warga

Reses di Peunayong, Zidan Al Hafidh Tampung Aspirasi Warga

28/10/2026
Ketua BNN Aceh: Qanun Jadi Prioritas Perang Melawan Narkotika

Ketua BNN Aceh: Qanun Jadi Prioritas Perang Melawan Narkotika

28/10/2026

Terpopuler

Nyan, Bupati Pidie Jaya Ingatkan SKPK, Jangan Tunggu Terjerat Hukum Baru Cari Jaksa!

Nyan, Bupati Pidie Jaya Ingatkan SKPK, Jangan Tunggu Terjerat Hukum Baru Cari Jaksa!

28/10/2026

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Nyan, Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Tantang Pemuda Pidie Jaya Berkontribusi Nyata

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com