Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Mantan Presma UIN Ar-Raniry: Tour Moge Sangat Tidak Beretika

Admin1 by Admin1
13/08/2020
in Kampus
0
Hanya Unsyiah dan UIN Ar-Raniry Masuk 100 Besar Universitas Top Indonesia 2020, Lainnya Tercecer Jauh…

BANDA ACEH -Mantan Presma UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Rizki Ardial, menilai kebijakan tour hari damai yang digelar BRA dalam rangka memperingati 15 Agustus sangatlah tidak beretika.

Tanggapan Rizki ini menanggapi surat Sekda Aceh yang ditujukan kepada beberapa bupati dan Walikota di Aceh terkait peringatan hari damai Aceh ke-15 untuk memfasilitasi pengamanan jalan sepanjang rute Tour Hari Damai Aceh.

“Kami nilai sangatlah tidak beretika,” katanya.

Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan harapan besar masyarakat Aceh untuk dapat merasakan hidup lebih aman, damai dan sejahtera.

“Kondisi masyarakat Aceh sekarang belum sampai ke taraf tersebut, jadi seharusnya pemerintah Aceh harus berpikir bagaimana cara masyarakat Aceh dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat terlebih dahulu bukan dengan hura-hura show motor mewah di atas penderitaan dan air mata korban konflik, seperti itu.”

“Apa yang dilakukan oleh pemerintah Aceh hari ini sangatlah tidak reflektif, tidak substantif dari makna peringatan damai dan tujuan damai itu sendiri. Berapa banyak korban jiwa, baik dari masyarakat sipil, eks kombatan GAM dan aparat keamanan saat terjadinya konflik, apa yang sudah pemerintah berikan untuk keluarga korban, sudahkah keluarga korban hidup lebih layak, restorative justice dilakukan, pengadilan HAM? Serta anak korban mendapat pendidikan yang memadai.”

“Di usia perdamaian ke-15 tahun refleksi ini yang harus dilakukan oleh pemerintah Aceh. Gaya peringatan damai yang dilakukan oleh pemerintah Aceh hari ini adalah style kompeni dan feodalistik, sangat melukai hati keluarga korban, sangat tidak etis dilakukan dengan kondisi Aceh seperti hari ini. Kita tidak melarang perayaan dengan touring Motor Gede, tapi untuk sekarang belum tepat dilakukan,” kata dia.

Kata Rizki, peringatan damai Aceh haruslah memenuhi rasa keadilan, rasa kemanusiaan, dan kesadaran moral yang baik, agar tidak menimbulkan luka bagi para korban di masa konflik.

Psikologi para korban harusnya menjadi pertimbangan pemerintah Aceh dan BRA , BRA seharusnya mendorong sebelum memutuskan haruslah mengkaji secara ilmiah agar damai Aceh lebih substantif, kuat dan berdampak ke depan.

“Tugas Badan Reintegrasi mestinya bukanlah untuk tampil penuh hura-hura, masih banyak persoalan perdamaian yang belum selesai di Aceh, masih banyak korban konflik yang belum merasakan kesejahteraan pasca perdamaian. Di usia 15 tahun, perdamaian belum berdampak pada penguatan pertumbuhan ekonomi rakyat, hanya saja dirasakan oleh pejabat, politisi dan elite pengusaha di lingkaran pemerintahan.”

“Ini yang harus dipikirkan oleh BRA, belum lagi berbicara poin-poin MoU yang belum selesai, dan masih menjadi tarik ulur pemerintah Aceh dengan pemerintah pusat. Oleh karena itu, kami sangat sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh pemerintah Aceh hari ini. Semangat perdamaian yang seharusnya kita rawat bersama ternodai dengan pola yang dilakukan oleh BRA, maka dari itu kami meminta kepada Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) agar segera memberikan rekomendasi tertulis kepada Gubernur Aceh untuk memecat ketua BRA karena telah mengkhianati semangat perdamaian Aceh, dan melukai hati para korban konflik, terutama dari masyarakat sipil dan eks kombatan GAM. Ketua BRA dinilai telah melakukan kesewenang-wenangan atas penderitaan rakyat Aceh, dan tidak mampu menerjemahkan substansi perdamaian Aceh.”

“Dan juga meminta Presiden Republik Indonesia untuk mencopot Sekda Aceh, karena masyarakat Aceh sangat serius untuk merawat perdamaian, dengan cara pemerintah Aceh memperingati hari perdamaian seperti ini, maka sangat melukai hati rakyat Aceh, terutama korban konflik. Kita tidak ingin muncul konflik-konflik baru di Aceh, dan kami meminta gaya-gaya baru melukai hati orang Aceh seperti tour motor gede di hari perdamaian segera dihentikan,” katanya lagi.

Tags: acehTour Moge
Previous Post

Bupati Aceh Tengah Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Mesir

Next Post

JASA Aceh Kritik Kebijakan BRA Soal Tour Moge

Next Post
JASA Aceh Kritik Kebijakan BRA Soal Tour Moge

JASA Aceh Kritik Kebijakan BRA Soal Tour Moge

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Syech Muharram Ajak Kepsek Jaga Khasanah Bahasa Aceh di Sekolah

Syech Muharram Ajak Kepsek Jaga Khasanah Bahasa Aceh di Sekolah

03/04/2026
Kadishub Aceh: Penumpukan di Simeulue Akibat Penumpang Terfokus ke Calang

Kadishub Aceh: Penumpukan di Simeulue Akibat Penumpang Terfokus ke Calang

03/04/2026
Sekda Aceh Diduga “Kudeta” Program Gubernur: 2.000 Rumah Dhuafa Dipangkas Jadi 780 di APBA 2026

823 Ribu Peserta JKA Dicoret, Nasrul Zaman: Jangan Pertaruhkan Nyawa Rakyat dengan Data Asumsi

03/04/2026
Warga Aceh Besar Diminta Tak Bakar Sampah Sembarangan

Selama Maret 2026, Aceh Dilanda 26 Kejadian Bencana

03/04/2026
Pembangunan Gedung KDMP Aceh Besar 2026 Mulai Bergulir, Progres Masih Tahap Awal

Pembangunan Gedung KDMP Aceh Besar 2026 Mulai Bergulir, Progres Masih Tahap Awal

03/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com