Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Epidemiolog soal Mutasi Corona Menular 10 Kali Lebih Cepat

Admin1 by Admin1
22/08/2020
in Kesehatan
0
Kasus Covid-19 Aceh Bertambah Tiga lagi, Total Menjadi 69 Orang

Ilustrasi Covid-19 (Foto: Net)

Jakarta – Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mengatakan kemungkinan mutasi Covid-19 yang dinyatakan 10 kali lebih cepat menular ada di Indonesia. Varian mutasi ini bernama D614G.

Laura menyatakan ketiadaan pembatasan mobilitas bisa menyebabkan mutasi tersebut tiba di Indonesia. Di sisi lain, Laura menyatakan mutasi ini juga dapat muncul sendiri di Indonesia sebagai respons atau adaptasi virus di dalam inang (host).

“Bisa saja [ada di Indonesia] karena mobilitas untuk saat ini tidak dibatasi bisa menjadi kasus impor virus SARS-CoV-2 dengan mutasi D614G,” kata Laura saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (22/8).

Menurut Laura, dibutuhkan identifikasi Whole Genome Sequencing (WGS) khususnya pada kelompok pasien Covid-19 dengan gejala berat untuk memastikan apakah mutasi D614G telah tiba di Indonesia.

Apabila dinyatakan mutasi itu ada dan merupakan varian dominan di Indonesia, Laura menyarankan agar mutasi ini menjadi pertimbangan untuk pembuatan vaksin maupun obat agar bisa efektif melawan virus.

Sebab, vaksin dan beberapa obat antivirus yang sedang dikembangkan saat ini akan menargetkan protein spike D614G untuk mencegah virus berkaitan dengan reseptor. Sehingga, mutasi besar pada protein spike dapat mencegah kedua pengobatan itu bekerja.

“Jika ada dan ternyata dominan di Indonesia maka harus menjadi perhatian atau pertimbangan untuk pembuatan vaksin dan obat sehingga juga mampu secara efektif melawan jenis virus dengan mutasi D614G,” tutur Laura.

Di sisi lain, mutasi ini tidak mengubah domain pengikat reseptor (RBD) di ujung protein spike meskipun mutasi D614G terjadi pada protein spike virus. RBD mengikat reseptor ACE2 pada sel manusia. Intinya, mutasi D614G mengubah protein lonjakan, tetapi tak mengubah bagian RBD yang kritis untuk pengembangan vaksin.

Lebih lanjut, Laura menjelaskan karakteristik virus SARS-CoV-2 masih dinamis dan bisa berubah sewaktu waktu karena kemampuan virus untuk beradaptasi di dalam inang manusia.

Virus mampu mengubah susunan genetik virus untuk menghindari sistem imun.

“Bisa saja akan ditemukan kumulasi dari mutasi yang virus ini dan mengubah kekuatan atau karakteristik dari virus,” kata Laura.

Sebelumnya, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan virus corona varian D614G yang 10 kali lebih cepat menularkan Covid-19 ini belum terdeteksi di Indonesia.

Berdasarkan data yang dikirimkan ke GISAID, mutasi itu belum masuk ke Indonesia. Di sisi lain, LIPI menyatakan mutasi belum dapat dipastikan sudah masuk ke Indonesia atau belum.

Kepala Laboratorium Rekayasa Genetika Terapan dan Protein Desain LIPI, Wien Kusharyoto menyebut untuk mengetahui perihal infeksi virus corona dengan mutasi D614G di Indonesia perlu dilakukan WGS Covid-19 asli Indonesia yang lebih banyak.

Sumber: CNNIndonesia

Tags: Corona
Previous Post

PDIP Sebut Sejak Awal Gibran Tak Akan Lawan Kotak Kosong

Next Post

PA Singkil Gelar Muswil di Akhir September Nanti

Next Post
PA Singkil Gelar Muswil di Akhir September Nanti

PA Singkil Gelar Muswil di Akhir September Nanti

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 15 UINSUNA Lhokseumawe Perkenalkan Transformasi Kampus ke Siswa MAN 2 Aceh Tengah

Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 15 UINSUNA Lhokseumawe Perkenalkan Transformasi Kampus ke Siswa MAN 2 Aceh Tengah

07/08/2026
569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

07/08/2026
“Hapus Pokir Bersifat Kuota, Kembalikan APBA dan APBK ke Jalur yang Benar”

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

07/08/2026
DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

07/08/2026
YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

07/08/2026

Terpopuler

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

06/08/2026

Epidemiolog soal Mutasi Corona Menular 10 Kali Lebih Cepat

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com