Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Pembangkang Arab Saudi Dirikan Partai Oposisi Pertama

Admin1 by Admin1
25/09/2020
in Internasional
0

Jakarta – Sekelompok pembangkang Arab Saudi yang diasingkan di Inggris, Amerika Serikat, dan di tempat lain mengumumkan pendirian partai oposisi, Partai Majelis Nasional.

Partai ini akan menjadi perlawan politik terorganisir pertama di bawah pemerintahan Raja Salman. Sejauh ini tindakan keras terhadap tokoh-tokoh oposisi kerap terjadi di Arab Saudi.

Negara yang menerapkan sistem pemerintahan monarki absolut di Timur Tengah ini tidak mentolerir oposisi politik apa pun. Pembentukan Partai Majelis Nasional bertepatan dengan peringatan berdirinya kerajaan.

“Dengan ini, kami mengumumkan pembentukan Partai Majelis Nasional yang bertujuan untuk melembagakan demokrasi sebagai bentuk pemerintahan di kerajaan Arab Saudi,” ujar kelompok itu dalam sebuah pernyataan seperti mengutip Daily Sabah.

Langkah tersebut menimbulkan tantangan baru bagi para penguasa Arab Saudi, ketika mereka sedang bergulat dengan harga minyak mentah yang rendah dan bersiap menjadi tuan rumah KTT G-20 pada November di tengah pandemi virus corona.

Tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di kerajaan kian diperluas dengan penahanan ratusan pejabat pemerintah termasuk perwira militer dan keamanan.

Mereka menerima tuduhan penyuapan dan eksploitasi jabatan publik sejak Putra Mahkota Mohammad bin Salman (MBS) ditunjuk sebagai pewaris takhta Arab Saudi pada Juni 2017 dan ia tampak ingin mengambil alih warisan ayahnya.

Tindakan keras kian intensif dengan penangkapan dua pangeran senior, Ahmed bin Abdelaziz dan keponakan raja, Mohammed bin Nayef. Penangkapan itu memicu spekulasi tentang kemungkinan upaya kudeta atau kemerosotan mendadak dari kesehatan raja.

MBS adalah putra mahkota kedua sebelum pangeran Mohammed bin Nayef digulingkan dari garis suksesi pada pertengahan 2017. Di tahun yang sama, puluhan bangsawan Saudi, mantan pejabat negara, dan pengusaha yang berpengaruh turut ditangkap dalam pembersihan anti-korupsi.

Sejak saat itu, MBS tetap menjadi satu-satunya putra mahkota. Dia mengejar metode yang tidak biasa dalam politik domestik kerajaan dan menghancurkan keseimbangan dinasti dalam struktur internal untuk menghilangkan ancaman yang mungkin ditujukan padanya.

Sudah sejak lama Arab Saudi dihujani kritik internasional atas catatan hak asasi manusia. Secara khusus, pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul, telah mendorong pengawasan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap catatan HAM kerajaan.

Dampak global terhadap pembunuhan tersebut menodai reputasi MBS yang dipupuk dengan hati-hati sebagai seorang reformis. Kasus itu juga membayangi upaya ambisiusnya dalam memodernisasi ekonomi dan masyarakat kerajaan yang konservatif.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pemerkosa di Banda Aceh Dihukum 175 Kali Cambuk

Next Post

Kemenkeu: Resesi Bukan Seperti Hantu Tiba-tiba Datang

Next Post

Kemenkeu: Resesi Bukan Seperti Hantu Tiba-tiba Datang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

Adi Samridha: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Samadua Tolak Tambang

17/08/2026
Dr. Safaruddin Pimpin Langsung Upacara Bendera HUT RI ke-81 di Abdya

Dr. Safaruddin Pimpin Langsung Upacara Bendera HUT RI ke-81 di Abdya

17/08/2026
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua

17/08/2026
Bantah Klaim Trump, Iran Pamer Masih Punya 75% Stok Rudal & Drone

Bantah Klaim Trump, Iran Pamer Masih Punya 75% Stok Rudal & Drone

17/08/2026
Ini Negara yang Pernah Menggugat Bendera ‘Merah Putih’ RI

Ini Negara yang Pernah Menggugat Bendera ‘Merah Putih’ RI

17/08/2026

Terpopuler

Penolakan Pergub JKA Kian Gencar, Mualem Berangkat Haji ke Tanah Suci

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

16/08/2026

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Nyan, Tim Gabungan Temukan Mobil Tangki 1.000 Liter Antre BBM di SPBU Aceh

Pembangkang Arab Saudi Dirikan Partai Oposisi Pertama

Dorong Kampus Inklusif, Forum Bangun Aceh dan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar Workshop Disabilitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com