Tapaktuan – Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Selatan H Khairizal S Ag mengikuti silaturahmi dan pembinaan ASN oleh Irjen Kemenag RI secara virtual, di aula kantor setempat, Kamis 1 Oktober 2020
Pembinaan ASN Kemenag Aceh yang dilaksanakan di aula Kanwil Kemenag Aceh oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Agama RI, Dr Deni Suardini SE MM CFRA CA QIA, dalam rangka kunjungan kerjanya ke Provinsi Aceh.
Pembinaan secara virtual tersebut juga diikuti seluruh Kepala Seksi (Kasi) dan Penyelenggara dalam lingkungan kerja Kankemenag Kabupaten Aceh Selatan.
Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Selatan Rislizar Nas S Ag, juga sedang mengikuti pembinaan yang sama di aula Kanwil Kemenag Aceh bersama Kakankemenag Kabupaten/Kota lainnya, Kepala UPT Asrama Haji, dan Balai Diklat Keagamaan Aceh.
Pembinaan ASN yang Kemenag Aceh, bertema “Mewujudkan Kementerian Agama yang Berintegritas dan Akuntabel”, langsung dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Aceh Dr H Iqbal S Ag M Ag.
Dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan, peusijeuk merupakan salah satu adat Aceh yang biasanya dilakukan untuk menyambut tamu kehormatan dan memohon keberkahan dari Allah.
Kakanwil merasa sangat bahagia kedatangan Irjen Kemenag RI ke Aceh dalam rangka memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Aceh.
Selanjutnya Kanwil Kemenag Aceh meminta masukan dan arahan dari Irjen Kemenag RI untuk pencerahan dalam menjalankan tugas dan tata kelola pemerintahan di Kemenag Aceh berjalan baik dan lancar.
Irjen Kemenag RI, dalam bimbingannya menjelaskan bahwa kita semua wajib mengikuti aturan, sehingga reformasi birokrasi berjalan dengan baik, tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu.
“Kita wajib melaksanakan visi misi kita yang profesional, handal dalam membangun masyarakat yang shaleh, moderat, cerdas dan unggul,” harapnya.
“Ada tiga prinsip utama dalam menjalankan visi misi Kemwnag yang sesuai dengan rencana strategis Pemerintah, yaitu prinsip utamanya harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, yang kedua transparansi dan akuntabel, kemudian yang ketiga memiliki sumber daya keuangan dan sumber daya manusia,” jelasnya.[]







