ACEH SINGKIL – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Aceh Singkil telah melangsungkan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara tatap muka sebulan lebih dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat berjalan dengan lancar.
Kepala Sekolah MTsN 1 Singkil melalui Wakil Kepala Kesiswaan, Adnan Mahmud mengatakan, diberlakukannya PBM secara tatap muka di Sekolah MTsN 1 Aceh Singkil merujuk kepada instruksi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil.
“Mulainya sudah satu bulan lebih, merujuk kepada intruksi dari Kakankemenag Kabupaten Aceh Singkil” kata Adnan, Jum’at, (16/10/2020).
Adnan menambahkan, penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dilakukan dengan sangat ketat sesuai imbauan pemerintah guna mencegah penyebaran covid-19.
“Mulai dari pintu masuk kita cek suhu, sampai kepada anak-anak kita sediakan air cuci tangan pakai sabun, kita wajibkan pakai masker. Kalau anak-anak yang tidak pakai masker itu langsung kita suruh pulang, dan menjaga jarak di ruang kelas,” jelas Adnan
Kepala Kementrian Agama Kabupaten Aceh Singkil, melalui Sekretaris Kemenag, Suhardiman membenar jika pihak mengintruksikan sekolah di bawah naungan Kemenag Aceh Singkil untuk melakukan PBM secara tatap muka sebagaimana biasanya.
Suhardiman menjelaskan, dilakukan PBM secara tatap muka tersebut berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang sangat mendalam.
“Kita tidak bisa tutup mata dengan kondisi atau kenyataan di tengah-tengah masyarakat. Tentu keresahan wali murid melihat perkembangan yang ada, sangat tidak kondusif untuk kita tidak melakukan belajar tatap muka dan kita melihat kondisi untuk singkil terkait dengan covid-19 tidak terlalu mengkhawatirkan,” tutur Suhardiman saat di konfirmasi melalui telepon seluler.
Suhardiman menambahkan, tidak semua siswa mampu untuk melakukan belajar daring, sehingga inilah integritas dan tanggungjawab dan tidak mungkin membiarkannya berlarut-larut.
“Kita berharap proses belajar secara tatap muka ini bisa seterusnya. Protokol kesehatan terus diterapkan dengan ketat dan pandemi di Aceh Singkil khususnya dapat berkurang dan menjadi zona hijau ke depannya,” imbuh Suhardiman.
Reporter: Ahmad Azis










![[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-06-at-15.09.56-350x250.jpeg)
