BLANGKEJEREN – Pemuda Lintas ALA meyakini pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) sebagai sebuah keniscayaan yang cepat atau lambat akan lahir menjadi daerah otonomi baru.
Al-Misriadi, S.Pd, M.I.kom, Praktisi zakat yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Baitul Mall Kabupaten Gayo Lues periode 2010 – 2015 dan saat ini aktif menyuarakan ALA menilai pembentukan Provinsi ALA sudah menjadi sebuah kebutuhan dalam rangka memperpendek rentang kendali pelayanan pemerintahan kepada masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Wacana pembentukan Provinsi ALA itu bukan lagi keinginan tetapi kebutuhan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kesejahteraan yang mudah-mudahan segera terwujud,” kata Al-Misriadi yang kini kembali berkompetisi menjadi Komisioner Baitul Mal Gayo Lues, Jumat (23/10/2020).
Dalam kesempatan yang sama Candri Kardi, SE, Koordinator Gerakan Pemuda Pejuang Provinsi Aceh Leuser Antara (GEMPPAR) dan juga seorang Aktivis Muda Forum Parlemen Jalanan (F.PARAL) Gayo Lues ikut mengapresiasi sepenuhnya kepada semua pejuang ALA yang sampai saat ini sangat pptimis dalam menyuarakan perjuangan terbentuknya Provinsi ALA.
“Respon yang sangat baik oleh pimpinan pimpinan daerah khususnya di Kabupaten Gayo Lues dalam menanggapi keinginan rakyat Untuk segera di bentuknya Provinsi ALA. Hal ini tidak terlepas dari keinginan luhur masyarakat ALA untuk dapat berdiri sendiri sebagai provinsi yang baru. Untuk terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat ALA itu sendiri,” tegas Candri.
Hal senada disampaikan, Ricky Udayara,SE.I, Pengusaha Muda dan Aktivis F.PARAL Gayo Lues. Menurutnya cita cita rakyat akan terbentuknya Provinsi ALA sangat sesuai dengan jargon yang diutarakan oleh para pendahulu dan tokoh senior pejuang ALA yaitu “ALA Insya Allah, Insya Allah ALA,” tutup Ricky.
Reporter: Hamsani







