BANDA ACEH – Berbagai kisah keteladanan seorang pemimpin Islam yang sangat populer mengamalkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam memimpin sebuah perusahaan maupun dalam memimpin pemerintahan. Salah satunya adalah Umar bin Abdul Aziz. Ibundanya merupakan cucu sang khalifah kedua dalam sejarah Islam, Umar bin Khattab.

Sebagai pejabat negara, Umar bin Abdul Aziz berprinsip sangat hati-hati (wara’) dalam menggunakan fasilitas negara. Dikisahkan bahwa suatu ketika, pemimpin muslimin ini harus menyelesaikan tugas di ruang kerjanya hingga larut malam.
Tiba-tiba, putranya mengetuk pintu ruangan dan meminta izin masuk. Umar pun mempersilakannya untuk mendekat.
“Ada apa putraku datang ke sini?” tanya Umar.
“Apa untuk urusan keluarga kita atau negara?”
“Urusan keluarga, Ayah,” jawab sang anak.
Kontan saja Umar bin Abdul Aziz meniup lampu penerang di atas mejanya, sehingga seisi ruangan pun menjadi gelap gulita.
“Mengapa Ayah melakukan ini?” tanya putranya itu keheranan.
“Anak ku, lampu itu ayah pakai untuk bekerja sebagai pejabat negara. Minta untuk menghidupkan lampu itu dibeli dengan uang negara, sedangkan engkau datang ke sini akan membahas urusan keluarga kita,” jelasnya.
Banyak pemimpin umat islam sepeninggal nabi Muhammad salallah hualaihiwasalam yang patut dicontoh dan dijadikan suri tauladan,ajaran islam begitu detail baik dalam menjalankan sehari-hari atau dalam pemerintahan itu sendiri.
Perilaku seperti Umar bin Abdul Azis ternyata juga dijalankan pejabat negara di era moderen saat ini. Seperti yang dipraktekkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr. Iqbal, S.Ag, M.Ag.
Pasalnya, setelah dilantik sebagai orang nomor satu di Kemenag Aceh, Dr. Iqbal tidak mau menggunakan fasilitas negara seperti mobil dinas pada hari libur atau bukan untuk urusan kedinasan. Mobil dinas pun akan diparkirkan di kantornya.
Kasubag Umum dan Kehumasan, Tajri bin Yacub MSI mengungkapkan, jika kepribadian Dr. Iqbal semenjak menjadi Kakankemenag Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya memang sudah seperti itu.
“Bahkan bil hotel pun beliau tidak pernah mengambilnya dan dan kerap menggunakan uang pribadi jika melakukan perjalanan dinas,” ungkapnya.
Tajri menambahkan, Dr. Iqbal di setiap melakukan rapat dengan bawahannya selalu mengajak untuk meneladani sifat Rasulullah dan Khalifah juga sahabat nya, baik dalam memimpin negara maupun memimpin organisasi lain nya.
” Tajri mengatakan ini tidak berlaku bagi pegawai lain nya,jika ingin mengikuti bagaimana pimpinan juga tidak melarang nya sebab eum ada aturan khusus yang mengatur tentang ini,ini murni kepribadian kakanwil semenjak memimpin didaerah dan sekarang memimpin diwilayah. Lanjut tajri,kakanwil disela-sela kegiatan kegiatan dengan bawahan nya tidak henti-hentinya mengingatkan jika boleh mengikuti perilaku yang baik darinya dan tinggalkan jika banyak buruknya,” tutup Tajri.











