BANDA ACEH – Senator DPD RI asal Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc, berharap Pemerintah Aceh mengalihkan kerjasama bahasa dari Institut Francais d’Indonesie dengan lembaga lain yang memiliki kredibilitas serupa, khususnya untuk bahasa Arab.
“Untuk bahasa Arab ada lembaga yg bagus. Putra putri Aceh terutama alumni dayah butuh pelatihan bahasa Arab. Insya Allah kita siap fasilitasi kerjasama dengan lembaga resmi dibawah Alazhar Mesir. Sehingga nantinya setelah pelatihan Bahasa, peserta akan resmi menjadi mahasiswa Alazhar. Insya Allah bisa,” kata Syech Fadhil.
“Seiring banyak anak Aceh yang berminat melanjutkan sekolah ke timur tengah, Kenapa tidak diberdayakan ke sana. Dengan demikian maka ada banyak anak Aceh yang terbantu. Selama ini hanya yang mampu finansial saja yg ikut pelatihan resmi tersebut di Jakarta. Kalau Pemerintah Aceh mau, dengan doa rakyat Aceh insya Allah bisa kita bawa pulang ke Aceh,” ujar mantan ketua IKAT Aceh ini lagi.
Syech Fadhil berharap Pemerintah Aceh memberi porsi yang sama untuk semua pendidikan bahasa kepada anak anak Aceh. Hal ini dinilai penting agar tak terkesan diskriminatif nantinya.
“Karena selama ini banyak anak Aceh yang hendak timur tengah tapi terkendala dana untuk mengikuti pelatihan bahasa tersebut. Semoga pak Gubernur bisa menyambut harapan ini,” ujar Syech Fadhil lagi.
Sebelumnya diberitakan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menegaskan pemerintah Aceh menunda perjanjian kerjasama dengan Institut Francais d’Indonesie. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk kecaman pemerintah dan masyarakat Aceh kepada Presiden Perancis Emmanuel Marcon yang dinilai mendiskreditkan umat Islam.
“Penundaan kerja sama ini sebagai sikap protes, bentuk keberatan pemerintah bersama seluruh masyarakat Aceh kepada pemerintah Perancis yang telah mendiskreditkan Islam,” kata Nova dalam keterangannya di Banda Aceh, Selasa, 3 November 2020.









