Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

Kenduri Maulid Keluarga dan Desa di Aceh Selatan

Tulisan Kedua dari Seri Ritual Kenduri Maulid

Admin1 by Admin1
16/12/2020
in Opini
0
Menelisik Ritual Asyura di Aceh

Penulis adalah Dr. Phil. Abdul Manan, M.Sc., M.A.

 

Kenduri Maulid Tingkat Keluarga

          Kenduri Maulid yang berlangsung pada tingkat keluarga diadakan di rumah. Kenduri Maulid jenis ini dikenal dengan Maulid Nazar (Arab: nazr) atau Maulid Kaôy untuk membebaskan seseorang dari “hutang batin/keagamaan”. Perayaan ini diadakan untuk membayar nazar seseorang karena ia telah membuat janji dengan Allah swt, jika keinginannya dipenuhi  oleh Allah, dia akan melaksanakan satu amal ibadah yang baik. Jika permohonannya dipenuhi maka ia harus memberikan makanan kepada Muslim lainnya

Tidak seperti Kenduri Maulid di tingkat desa, Kenduri Maulid di tingkat keluarga dilakukan selama sehari semalam dan tidak membutuhkan anggota panitia dan tidak ada pertemuan khusus  yang diadakan, tidak juga melibatkan banyak orang. Seseorang yang berperan dominan adalah orang yang telah mengikrarkan nazar dan dibantu oleh keluarganya: suami, isteri, anak, keponakan laki-laki, dan keponakan perempuan, dll.

Jenis Idang

            Makanan khusus dengan berbagai macam makanan pelengkap yang disuguhkan kepada tamu yang diundang ke rumah disebut dengan idang. Terdapat dua jenis idang khusus yang disediakan oleh kepala keluarga untuk dikonsumsikan secara bersama-sama pada tingkat keluarga:

  1. 1. Idang Buleukat Kuah Tuhèe

          Hidangan ini disiapkan bagi anak yatim yang tinggal di dekat rumah. Beras ketan tidak dimasak bersamaan dengan kuahnya. Ketika keduanya telah di masak secara terpisah barulah kemudian dicampurkan. Kuah Idang Buleukat Kuah Tuhèe terbuat dari santan kelapa, pisang wak (pisang siam bisa juga pisang raja), nangka, garam, gula dan daun pandan. Di samping nasi dengan laukpauknya, berbagai makanan lain juga dihidangkan kepada anak yatim yang diundang.

  1. 2. Idang Buleukat Kuah Peungat

            Hidangan ini disiapkan bagi orangtua, mertua, pemuka agama, dan kepala desa. Makanan ini terbuat dari santan kelapa dicampur dengan pisang raja (pisang abin), nangka, ketela, singkong, garam, dan gula. Semuanya dimasak secara bersamaan dengan beras ketan yang telah dibungkus dengan daun pisang, yang berbentuk segitiga dan dibungkus dengan daun dan dipererat dengan lidi kemudian dimasak.

Kenduri Maulid Tingkat Desa

Orang yang mengikuti rapat untuk Kenduri Maulid di tingkat desa adalah para perangkat desa dan pemuda desa. Rapat tersebut dipimpin oleh kepala desa selaku pemimpin desa dan imam meunasah. Mereka menentukan mengenai hari pelaksanaan dan persiapan idang yang akan disajikan dalam perayaan kenduri maulid.

Jenis Idang

Idang adalah paket makanan yang disiapkan dengan berbagai jenis lauk pauk yang dibawa ke masjid pada hari Kenduri Maulid.  Ada beberapa jenis idang Maulid yang dihidangkan kepada tamu pada tinggkat desa: daluang, sanggèn, idang nasi kunyit, idang besar (gadang), dan idang golèk.

  1. Daluang

Daluang [baki bulat yang tertutup] digunakan untuk menempatkan nasi dan lauk pauk di sisinya. Baki ini dilingkari dengan dua belas gelas dibatasi dengan sepotong silinder timah atau logam lain yang disebut glōng yang berfungsi untuk mencegah berbagai hidangan dalam gelas jatuh ketika dipindahkan. Di bagian tengah, nasi ditempatkan dalam bentuk silinder dan tertutup dengan daun pisang yang dipanaskan. Di atas, ada banyak daun pisang yang dipanaskan telah terlipat sebagai “piring” untuk tempat makan. Isinya dibagi kepada empat sampai enam orang. Semua bagian  dari daluang dihiasi dengan penutup yang indah dalam bentuk sebuah kerucut, puncaknya yang tenggelam ke dalam sehingga menyerupai kawah. Penutup ini disebut sangè (Indo tudung saji). Itu terbuat dari daun pandan (Aceh: on seukè) dan dihiasi di bagian luar dengan benang berwarna dan di bagian dalam dengan daun emas. Menyatakan bahwa baki melambangkan kesatuan dan penutupnya melambangkan perlindungan dalam kehidupan.

  1. Sanggèn

Sanggèn (ambèn) terbuat dari kayu tersambung kawat kecil untuk mencegah sisi hidangan jatuh ketika dipindahkan. Ini terdiri dari tujuh lapisan dengan tidak kurang dari tiga puluh gelas. Setiap lapisan terdiri dari gelas untuk tempat ikan goreng, ikan dimasak, ikan panggang, daging goreng, gulai daging, daging rebus, dan sayur-sayuran. Di tengah ada padi dalam mangkuk plastik untuk menyeimbangkan gelas-gelas di sekelilingnya. Antara kayu sanggèn tersambung itu, ada 10-12 telur rebus (kadang-kadang diwarnai) yang ditusuk pada lidi daun kelapa (pureh on u) yang tingginya sama dengan tinggi sanggèn itu sendiri. Setiap lidi daun kelapa itu dihiasi dengan kertas layang-layang dengan warna yang berbeda. Bagian bawah kayu sanggèn ini juga dihiasi dengan kertas warna yang berbeda. Isinya dibagi kepada tujuh sampai sepuluh orang.

  1. Idang Nasi Kunyik

Idang nasi kunyik atau Jamba adalah idang kecil yang terdiri dari beras ketan kuning di masak (sipuluik kunieng atau nasi kunyit:bu lukat kuneng). Ini tertumpuk tinggi seperti piramida di atas tempat segi empat yang terbuat dari kayu dengan empat kaki dan tiang kayu bulat panjang di tengah (idang capah) dan ditutup dengan kue-kue manis yang disebut tumpo. Tumpo terbuat dari tepung beras ketan, telur dan bahan-bahan lain yang diaduk sampai  merata kemudian digoreng dengan  minyak kelapa. Hal ini ditutupi lagi dengan daun pisang yang telah dipanaskan (dilayu) agar lebih  lembut. Isinya dibagi dengan sepuluh sampai lima belas orang.

  1. Idang Gadang

Idang gadang (idang rayeuk atau raya) atau idang besar terdiri dari beberapa lapisan. Idang ini tidak sering dibuat oleh orang-orang desa. Namun demikian, orang-orang yang mampu di desa membuatnya. Idang gadang ini terdiri dari beras ketan kuning yang dikukus, ditumpuk tinggi di atas kayu segi empat dengan empat kaki dan tiang kayu bulat panjang di tengah berbentuk piramida dan ditutup dengan tumpo.

  1. Idang Golèk

Idang golèk adalah idang yang “ditanam” pada seseorang pada saat Kenduri Maulid dan akan dibalas oleh penerimanya pada acara Kenduri Maulid tahun berikutnya. Bentuk idang golèk lebih kecil dari sanggèng yang tidak termasuk dalam idang utama tapi sebagai tambahan pada hari Kenduri Maulid. Mereka hanya dilakukan oleh keluarga tertentu yang memiliki anak-anak muda dan pasangan muda.

 

Previous Post

Tausiah di SMAN 1 Meureudu, Tu Sop: Pentingnya Pendidikan

Next Post

Pejabat di Pusat Masih Minim Pengetahuan Soal Kekhususan Aceh

Next Post
Pejabat di Pusat Masih Minim Pengetahuan Soal Kekhususan Aceh

Pejabat di Pusat Masih Minim Pengetahuan Soal Kekhususan Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

Kerap Bertindak Ala Premanisme, Sekjend PAN Pijay Minta Wabup Periksa Kesehatan Mental

02/04/2026
Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

02/04/2026
Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

10 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Akibat Banjir Bandang

02/04/2026
Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

02/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com