BANDA ACEH – Sikap Yusra Habib Abdul Gani melantik diri sendiri sebagai perdana menteri Aceh menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari eks kombatan GAM di Aceh.
“Sebagai Kombatan GAM kami mempertanyakan maksud dari semua itu. Jangan lagi memperkeruh suasana damai yang tengah dinikmati oleh masyarakat Aceh,” kata Misbahuddin Ilyas, salah seorang kombatan GAM asal Pase, Senin 21 Desember 2020.
“Harapan kami para bagi masyarakat Aceh baik di luar dan di dalam negeri untuk bersatu demi lancarnya realisasi MoU Helsinki. Jangan saling menyalahkan satu sama lain,bisa di anggap kekanak-kanakan oleh generasi Aceh. Berilah masukan yang arif dan bijak dalam perjuangan ini, sebenarnya kita semua sama tidak ada beda antara dalam dan luar negeri,bersatu saja.”
Menurutnya, sebagai kombatan pihaknya mengingatkan jika ingin membangun Aceh ya pulang ke Aceh.
“Duduk bersama dan berikan masukan apa yang harus kita perbaiki dan apa yang harus kita kerjakan lebih dulu,jangan asal ngomong doang di luar negeri sedangkan realisasi nya tidak ada sama sekali untuk keberlangsungan perjuangan Aceh. Mari kita bergandengan tangan dan bahu-membahu untuk membangun Aceh tercinta,jangan karena ingin pangkat menjadi Wali Nanggroe sehingga harus melantik diri sendiri tanpa Ulama dan tokoh masyarakat Aceh, memalukan.”
“Yang kami sesalkan pernyataan sebagian saudara kita di luar negeri,suka memfitnah dan menjelek-jelekkan pemangku Wali nanggroe yang sah sesuai hukum yang berlaku di Aceh. Padahal Yusra Habib Abdul Gani itu seorang tua,tapi jika begini cara selalu menyalahkan pihak di dalam negeri maka lebih kepada kekanak-kanakan,” katanya lagi.










