Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Partai Islam Aceh Gelar FGD Perdana

Admin1 by Admin1
09/01/2021
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Dalam rangka sosialisasi dan menjaring masukan dari berbagai elemen masyarakat, Partai Lokal (Parlok) Partai Islam Aceh (PIA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Grand Lambhuk Hotel, Jln T. Iskandar No. 58 Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Sabtu (09/01/2021).

FGD tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Ahlul Halli Wal ‘Aqdhi PIA, Drs. Tgk Hasbi Abdullah M.Si. Turut didampingi oleh Ketua Umum, Dr Drs Bustami Usman, M.Pd dan Ketua Mahkamah Partai, Drs Tgk H. Sofyan M. Saleh, SH MM.

Ketua Panitia Pelaksana, Drs Adnan Majid, M.AP mengatakan FGD perdana yang tema “Tantangan dan Peluang Partai Islam Aceh” itu menghadirkan keynote speaker akademisi UIN Ar-Raniry yang juga antropolog, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D dengan moderator Dr Mukhlisuddin Ilyas.

Dan diikuti sekitar 50 peserta, yang terdiri atas internal PIA dan perwakilan Parpol Lokal (Parlok). Diikuti juga oleh para politisi, organisasi mahasiswa, perempuan, ulama, media dan LSM.

“Sebagai Parlok baru, tentunya PIA harus secepat mungkin menyesuaikan diri dengan kondisi kekinian. Dari itu melalui FGD tersebut akan terjaring masukan, harapan dan persepsi masyarakat tentang Partai Politik Islam Lokal di Aceh, antara tantangan dan peluang dalam menghadapi Pemilu yang akan datang,” kata Adnan Majid.

Adnan Majid menambahkan di tengah semakin rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik baik yang Islamis maupun nasionalis, maka PIA berusaha hadir untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Partai Politik khususnya Parpol lokal Islam.

“Kami berharap kehadiran PIA dapat membawa warna baru di kancah perpolitikan di Aceh khususnya. Selain itu menjadi alternatif dan sarana bagi masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasinya,” kata Adnan Majid.

Ketua Umum PIA, Dr Drs Bustami Usman, M.Pd dalam sambutannya mengatakan visi dari partainya itu adalah sebagai partai pelopor untuk terwujud dan tegaknya Dinul Islam di Aceh secara kaffah.

Adapun yang menjadi misi PIA diantaranya mengawal dan mempertahankan akidah Islamiyah kaum muslimin di Aceh, menjadikan Partai sebagai alat perjuangan untuk menegakkan Syari‟at Islam melalui gerakan dakwah amar ma‟ruf dan nahi munkar yang selaras dengan Al-Quran dan Sunnah di Aceh. Juga memperjuangkan aspirasi umat melalui lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.

“Selain itu mewujudkan masyarakat Aceh tenang dalam beribadah, aman dari ketakutan dan sejahtera dalam kehidupan. Juga memperjuangkan terwujudnya Aceh sebagai Nanggroe Tamaddun Islam di Nusantara melalui lembaga pendidikan formal, non formal dan informal,” kata Bustami Usman.

Bustami Usman menjelaskan tujuan dari Partai Islam Aceh adalah untuk menghimpun masyarakat Aceh dalam wadah partai politik Islam guna mewujudkan Aceh yang makmur dan sejahtera (Baldatun Thaibatun Warabbul Ghafur). Mewujudkan Aceh yang Islami dalam seluruh sendi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

“Dan untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, adil dan amanah di semua lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” kata Bustami Usman.

Ia juga menjelaskan PIA berfungsi sebagai alat pemersatu menuju kesatuan umat (umatan wahidah) dan alat perjuangan untuk membela kepentingan politik Islam, umat Islam dan masyarakat Aceh.

“PIA juga sebagai wadah untuk menyelenggarakan pendidikan politik bagi masyarakat, artikulator dan aspirator kepentingan masyarakat di Aceh. Selain itu juga sarana untuk memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia (HAM) dan kemaslahatan umat,” jelas Bustami.

Sementara itu keynote speaker akademisi UIN Ar-Raniry yang juga antropolog, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, Ph.D dalam paparannya menjelaskan PIA harus mampu mengambil suara dari pemilih milenial yang mencapai 40 %. Juga harus memberikan transformasi strategis agar Aceh bisa keluar dari kemelut dan masalah yang saat ini terjadi.

“Dalam tatanan global PIA juga harus banyak berbuat. Masyarakat sekarang sangat cepat merespon isu nasional dan global. Selain itu juga berbicara bagaimana SDA bisa bermanfaat bagi masyarakat Aceh. Hal-hal tersebut haruslah menjadi perhatian serius dari pengurus PIA untuk menatap masa depan partai di Aceh,” kata Kamaruzzaman.

Previous Post

Konferensi Pendidik Nusantara Bahas Kesiapan Menuju Masa Transisi PTM

Next Post

Sriwijaya Air Diduga Hilang Kontak 4 Menit Setelah Lepas Landas

Next Post
Sriwijaya Air Diduga Hilang Kontak 4 Menit Setelah Lepas Landas

Sriwijaya Air Diduga Hilang Kontak 4 Menit Setelah Lepas Landas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Api Hanguskan Kantor Dewan Guru Dayah di Kuta Baro

Api Hanguskan Kantor Dewan Guru Dayah di Kuta Baro

04/08/2026
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Zakat Penghasilan Pegawai pada Baitul Mal

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Zakat Penghasilan Pegawai pada Baitul Mal

04/08/2026
KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

KPM Mandiri UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Gelar Sosialisasi Anti Bullying dan Kesetaraan Gender

04/08/2026
Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

Mahasiswa KPM Mandiri Bina Generasi Qurani di Burni Bius Baru

04/08/2026
Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

Dewan Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

04/08/2026

Terpopuler

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

Di Tengah Tuntutan Dua Bulan Penjara, IKA Unigha Desak Restorative Justice untuk Dua Mahasiswa

02/08/2026

Dari Atu Singkih ke Lembah Tidar: Alumnus Al Zahrah Lulus Akmil Setelah 3 Kali Gagal

Kapolres Pidie Jaya Kritik Evaluasi SKPK: Jangan Bicara Tanpa Data, Rakyat Berhak Tahu Kinerja Pemerintah

Lima Tahun Bertahan Tanpa Orang Tua, Lima Bersaudara di Pidie Jaya Pernah Dua Hari Menahan Lapar

Jaksa Masuk Inspektorat Pidie Jaya, Advokat: Legalitas Bukan Jaminan Pengawasan Bebas Intervensi

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com