Banda Aceh – Lembaga pendidikan dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Rumah Baca Aneuk Nanggroe (Ruman) Aceh menerima kunjungan penulis muda Aceh nan produkfit, Abdul Hamid M Djamil, Lc., M.Ag., baru-baru ini.
Hamid diterima langsung oleh Pendiri dan Pembina Ruman Aceh, Ahmad Arif yang sedang berkegiatan bersama beberapa relawan pustaka di basecamp mereka yang berada di Gampong Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
Selain hendak bersilaturrahim, Hamid juga menghadiahkan buku terbarunya bersama Khalid Muddatsir, Lc., yang diterbitkan Bandar Publishing pada Januari 2021. Judulnya, “Tokoh-tokoh Yang Mencengangkanku, Vol. 2” yang diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA., CBE.
“Kisah perjalanan dan perjuangan pendiri Ruman Aceh menjadi 1 dari 5 tokoh yang diangkat pada volume kedua ini. Kami hadiahkan sebagai apresiasi sekaligus merekam jejaknya bagi generasi sekarang dan penerus nanti”, ujar Hamid, yang sedang melanjutkan studi doktoral pada salah satu kampus di Sudan.
Kelima tokoh yang diangkat pada volume ini, kata Hamid menambahkan merupakan sosok yang dapat diterima oleh semua kalangan. Lalu, kepribadian dan pengabdian atau kontribusi mereka kepada masyaakat relevan dengan kondisi kita saat ini.
“Masyarakat Indonesia, termasuk Aceh, ditengarai masih rendah minat baca. Hadirnya Ruman Aceh melalui pustaka komunitas dan MIBARA (minggu baca rame-rame) secara konsisten dan berkelanjutan, sedikit banyak telah mengatrol minat baca masyarakat kita”, ungkap Hamid.
Konsistensi Berbuah Apresiasi
Konsistensi Ruman Aceh itu, kata Hamid, mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, baik Aceh maupun pusat dalam tiga tahun berturutan, 2017-2019.
Tahun 2017, TBM (taman bacaan masyarakat) Ruman Aceh menyabet peringkat pertama dalam ajang tahunan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh. Sementara di tingkat nasional, Ruman Aceh meraih peringkat ke 6 pada ajang serupa yang digelar KEMDIKBUD di Bangka Belitung.
Masih dalam ajang serupa, pada ahun 2018, kreativitas Ketua PKBM Ruman Aceh, Rizky Sopya, S.Pd., berhasil meraih juara pertama di Aceh dan peringkat ke 7 pada level nasional di Pontianak, Kalimantan Barat.
Sedangkan pendiri Ruman Aceh, setelah melalui rangkaian panjang seleksi secara nasional, mendapat peringkat kedua dari enam penerima anugerah Insan Peduli Pendidikan dari KEMDIKBUD di Jakarta pada akhir 2019.
Sementara itu, atas nama Ruman Aceh, Ahmad Arif berterima kasih atas atensi dan apresiasi yang diberikan Abdul Hamid melalui rekam jejak dalam bentuk buku yang kontennya sangat positif dan mampu membangkitkan jiwa para pembacanya.
“Sesungguhnya masih banyak di luar sana sosok inspiratif yang terus bergerak dalam diam. Meski demikian, kami berterima kasih sekali atas atensi dan apresiasi nan tulus dari penulis. Alhamdulillah dan terima kasih pula kepada semua sahabat yang pernah dan atau masih terus membersamai khidmah sederhana Ruman Aceh”, kata Arif.
Sebelum ini, imbuh Arif, Hamid telah menghadiahkan beberapa karyanya untuk pustaka Ruman Aceh. Seperti, “Umat Bertanya Waled Menjawab, Vol. 1”, “Tokoh-tokoh yang Mencengangkanku, Vol 1” dan “Seperti Inilah Islam Memuliakan Wanita.”








