Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Napi Asal Aceh Meninggal di Nusakambangan

Admin1 by Admin1
15/10/2019
in Lintas Timur, Nanggroe
0

Jakarta – Seorang terpidana mati kasus narkoba penghuni Lapas Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, meninggal dunia karena sakit. Napi tersebut diketahui bernama Azhari asal Aceh.

“Kami sedang mengadvokasi pemulangan jenazah Azhari ke Aceh,” kata Humas Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Muhammad Dahlan kepada detikcom, Selasa (15/10/2019). YARA yang selama ini memantau proses pemindahan Azhari dari Aceh ke Nusakambagan. YARA juga menjadi kuasa hukum Azhari dalam proses PK.

Jenazah Azhari saat ini masih berada di Nusakambangan. Dia menghuni Lapas Batu sejak 30 Mei 2019. Sebelumnya dia mendekam di LP Banda Aceh. YARA siang ini akan ke Pulau Nusakambangan untuk mengurus pemulangan jenazah Azhari ke Aceh.

Berdasarkan catatan detikcom, Azhari terlibat dalam jaringan penyelundupan 50 kilogram sabu dari Malaysia ke Aceh Timur, Aceh. Ada lima orang yang sudah divonis dalam kasus ini, empat di antaranya dihukum mati.

Mereka adalah M Albakir, Azhari, Abdul Hannas dan Mahyudin. Sementara Razali M Dia alias Doyok divonis seumur hidup. Sidang vonis mereka diketok PN Banda Aceh pada Senin 18 Maret lalu.

Dalam sindikat gembong sabu ini, Azhari yang bekerja sebagai nelayan berperan sebagai penjemput sabu di Perairan Penang, Malaysia. Pria asal Aceh Timur, Aceh ini diperintah untuk menjemput sabu oleh Mahyudin.

Dia bersama Albakir kemudian bergerak ke Malaysia menggunakan kapal kayu. Untuk membawa barang haram tersebut ke Tanah Rencong, keduanya diberi upah Rp 500 ribu perkilogramnya untuk dibagi dua.

Dalam perjalanan pulang setelah menjemput 50 kilogram sabu, kapal yang ditumpangi Albakir dan Azhari disetop kapal patroli polisi pada 8 Juni 2018. Saat itu mereka dalam pelayaran di Selat Malaka, Perairan Idi, Aceh Timur.

Ketika digeledah oleh personel polisi dari Mabes Polri serta Bea Cukai, ditemukan sabu seberat 50 kilogram. Keduanya akhirnya ditangkap.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil membekuk Annas, Mahyudin serta Razali alias Doyok. Mereka diciduk disejumlah lokasi di Aceh Timur. Mereka diproses kemudian diadili. Dalam persidangan, mereka terbukti menyelundupkan sabu dan divonis mati.

Sumber: detik.com

Tags: Meninggalnarkobayara
Previous Post

Bawaslu akan Minimalisir Politik Uang di Pilkada Serentak 2020

Next Post

[Video] Saat Kuliner Khas Aceh Jadi Incaran

Next Post
[Video] Saat Kuliner Khas Aceh Jadi Incaran

[Video] Saat Kuliner Khas Aceh Jadi Incaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

Keuchik Penggerak Swasembada Pangan dan Personel Polres Abdya Dapat Penghargaan dari Kapolres

21/09/2026
Krak, Jembatan Baru Kutablang Kini Bisa Beroperasi Penuh

Krak, Jembatan Baru Kutablang Kini Bisa Beroperasi Penuh

21/09/2026
GEMPAR 14 FKep USK Perkuat Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Aceh Jaya

GEMPAR 14 FKep USK Perkuat Edukasi dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Aceh Jaya

21/09/2026
Bukan Sekadar Workshop, Ekraf Tantang Gayo Lues Mengubah Ide Menjadi Nilai Ekonomi

Bukan Sekadar Workshop, Ekraf Tantang Gayo Lues Mengubah Ide Menjadi Nilai Ekonomi

21/09/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Menteri Dody: Sudah tidak Ada Lagi Daerah Terisolir di Aceh

21/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Napi Asal Aceh Meninggal di Nusakambangan

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com